Acara Maulid Nabi dan Pernikahan Anak Habib Rizieq Bisa Jadi Kasus Pidana?

Jika memang hasil gelar perkara berdasar keterangan para saksi menunjukkan perlunya meminta keterangan dari Rizieq Shihab,...
Raymond - Nasional,Kamis, 19-11-2020 15:10 WIB
Acara Maulid Nabi dan Pernikahan Anak Habib Rizieq Bisa Jadi Kasus Pidana?

Nusantaratv.com - Acara pernikahan anak dari Habib Rizieq Shihab dan peringatan Maulid Nabi Muhammad yang disebut-sebut menimbulkan kerumuman masih menjadi sorotan publik. Bahkan, akibatnya, sejumlah pihak diperiksa oleh Polda Metro Jaya.

Saat ini saja diketahui, bahwa penyidikk telah memeriksa setidaknya 10 orang yang berstatus sebagai saksi. Beberapa di antaranya yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wali Kota Jakarta Pusat, Kabiro Hukum Pemprov DKI Jakarta, Kepala KUA Tanah Abang, Camat, Ketua RT, Ketua RW, Kasat Pol PP DKI, dan Bhabinkamtimbmas serta ketua panitia, Ustaz Haris Ubaidillah.

Dalam kasus ini, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengungkapkan, bahwa klarifikasi terhadap para saksi dilakukan dalam rangka memenuhi tahap penyelidikan. 

 "Untuk naik penyidikan itu dibutuhkan gelar perkara. Gelar perkara tidak cukup 1 kali, bisa 2 kali, 3 kali, 4 kali tak ada batasan untuk tentukan naik atau tidak," tegasnya,  kepada wartawan di Polda Metro Jaya, kemarin.

Ia menambahkan, jika memang hasil gelar perkara berdasar keterangan para saksi menunjukkan perlunya meminta keterangan dari Rizieq Shihab, maka Polda Metro Jaya akan memanggilnya (Habib Rizieq).

"Kalau dibutuhkan keterangan dari yang bersangkutan dari hasil gelar perkara, ya diundang. Kalau dengan tidak dipanggil saja sudah cukup untuk bisa menentukan, ya nggak perlu," tambahnya. 

Adapun terkait proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian menurutnya bersifat dinamis. Itu artinya, jika polisi sudah bisa menentukan ada tidaknya pidana dalam penyelenggaraan kedua acara itu, maka status penyelidikan akan dinaikkan ke tahap penyidikan. 

"Kalau misalnya ada pidana ya sudah bisa dinaikkan atau perlu dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan rekomendasi gelar perkara dari beragam usul, kami lakukan," tutupnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0