Terlibat Perdagangan Gajah, Tiga Warga Riau Dibekuk Polisi

Ini adalah kali pertama mereka mencoba memperdagangkan gading gajah.
Sarah Fiba - Nasional,Senin, 16-11-2020 18:00 WIB
Terlibat Perdagangan Gajah, Tiga Warga Riau Dibekuk Polisi
(Antara)

Nusantaratv.com- Tiga warga Riau ditangkap pada Rabu (11/11) karena diduga memperdagangkan gading gajah.

Mereka diidentifikasi sebagai YP, guru berusia 52 tahun dari Jambi, YS, 52 tahun bekerja di perusahaan swasta, dan WG, petani berusia 68 tahun dari Riau.

“Masing-masing individu memiliki peran yang berbeda. YP sebagai penjual, YS bertindak sebagai perantara, sedangkan WG adalah calon konsumen,” kata Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Andri Sudarmadi, Jumat (13/11). 

Melansir Asiaone, pihak berwenang setempat pertama kali mendapat informasi tentang perdagangan gading ilegal beberapa bulan lalu. 

Polda Riau kemudian membentuk tim investigasi khusus untuk melacak pelaku yang terlibat.

Pada Rabu, tim membuntuti ketiga tersangka saat berkendara dari rumah WP ke bengkel di Desa Jake, Kuantan Tengah, Kecamatan di Kabupaten Kuantan Senggigi.

"Ketiganya ditangkap saat melakukan transaksi di dalam bengkel sekitar pukul 11.00,"kata Andri.

Petugas polisi menemukan dua gading gajah sepanjang 80 sentimeter yang terbungkus karung goni di dalam mobil tersangka. Gadingnya diukir dan diisi semen.

"Kami menduga calon pembeli berencana menjual kembali gadingnya di Pekanbaru. Kami sedang menyelidiki kasus ini lebih lanjut untuk melacak dan menangkap para pemburu yang terlibat."tandasnya. 

Menurut polisi, para tersangka memberi tahu mereka bahwa ini adalah kali pertama mereka mencoba memperdagangkan gading gajah.

“Mereka tertarik menjual gading gajah karena nilai ekonomisnya yang tinggi. Harga gadingnya bisa mencapai Rp 100 juta” jelas Andri. 

Para tersangka dijerat Pasal 21 dan Pasal 40 UU No.5 / 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem serta Pasal 55 KUHP yang diancam hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Kini, polisi sedang berkoordinasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk menentukan asal gading itu.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0