Tanah Bergerak di Sukabumi Bikin Warga Terisolir

Ratusan warga terisolir akibat tanah bergerak di Sukabumi, Jawa Barat.
Alamsyah - Nasional,Selasa, 17-11-2020 01:55 WIB
Tanah Bergerak di Sukabumi Bikin Warga Terisolir
Tanah Bergerak Sukabumi

Jakarta, Nusantaratv.com - Musibah tanah bergerak di Sukabumi, Jawa Barat mengakibatkan ratusan warga terisolir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih mengkaji bencana tanah bergerak di Kampung Sindangsari, Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar.

Bencana yang terjadi pada Minggu (15/11/2020), pukul 16.30 WIB ini bisa membuat 300 kepala keluarga terisolasi.

''Tim Satuan Tugas (Satgas) BPBD masih assessment di lokasi, baru berangkat tadi pagi,'' kata Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Maman Suherman, mengutip Kompas.com.

Dia menuturkan, informasi sementara yang diterima BPBD dari Pemerintah Desa Cimenteng, bencana terjadi setelah hujan mengguyur dengan intesitas tinggi selama beberapa jam. 

Bencana meliputi tanah longsor, meluapnya aliran sungai hingga tanah bergerak.

Untuk tanah bergerak, dilaporkan sementara ada 10 unit rumah rusak dan 300 kepala keluarga terancam terisolasi akibat jalan yang terputus.

''Bencana tanah bergerak ini juga mengakibatkan ada beberapa titik jalan desa yang ambles, sehingga mengakibatkan warga terancam terisolir,'' tutur Maman.

Menurut Maman, untuk penanganan bencana dan evakuasi warga masih menunggu hasil kajian lapangan. 

Apabila diperlukan, akan dilakukan penanganan darurat.

''Penanganan darurat ini khususnya perbaikan jalan akses desa, sehingga warga tidak terisolir,'' ujar dia.

Sementara itu, Kepala Desa Cimenteng Herry Sobar Winara mengatakan, saat ini 300 warga yang terancam terisolasi belum ditangani secara optimal.

Saat ini, tim yang ada masih memprioritaskan warga yang terdampak langsung oleh bencana.

''Belum ada penanganan. Harapan kami, jalan yang ambles dan terputus ini segera diperbaiki,'' kata Herry saat dikonfirmasi, Senin malam.

Menurut Herry, jalan yang terputus juga digunakan oleh warga dari desa lainnya.

'Jalan desa yang putus ini juga bukan hanya warga kami saja, tapi masyarakat Desa Nagrakjaya juga menggunakan jalan tersebut,'' kata dia.

Menurut Herry, ada satu rumah yang rusak yang perlu relokasi.

''Saat ini satu keluarga yang rumahnya rusak sudah mengungsi di rumah kerabatnya,'' ujar dia.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0