SM Amin Gubernur Sumut Pertama Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

SM Amin juga pengacara. Ketimbang menjadi pengacara Belanda, SM Amin lebih memilih menetap di Aceh menjadi guru dan pengacara.
Ramses Rianto Manurung - Nasional,Selasa, 10-11-2020 21:00 WIB
SM Amin Gubernur Sumut Pertama Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Sutan Muhammad Amin Nasution (SM Amin) /ist

Medan, Nusantaratv.com- Sutan Muhammad Amin Nasution (SM Amin) dianugerahi gelar Pahlawan Nasional bersama lima tokoh lainnya oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/11/2020), bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional.

SM Amin adalah Gubernur Sumatera Utara (Sumut) pertama yang dilantik Presiden Soekarno pada tahun 1947. 

Sebagai ungkapan syukur atas penganugerahan tersebut, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, bersama Forkopimda Sumut menggelar acara syukuran di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan.

"Kita harapkan ini bisa menjadi kebanggaan untuk rakyat Sumut, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang sangat menghormati pahlawannya," ujar Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur (Wagub), Musa Rajekshah dikutip dari analisadaily.com.

Menurutnya penganugerahan SM Amin Nasution sebagai pahlawan nasional bisa menjadi motivasi rakyat Sumut. Semangat juang SM Amin yang membela bangsa perlu diteladani oleh generasi muda Sumut.

"Menghormati pahlawan bukan hanya sekadar membangun patung atau sejenisnya. Itu adalah motivasi kita rakyat-rakyat khususnya Sumut, begitu banyaknya pahlawan asal Sumut yang memperjuangkan Republik Indonesia lahir di tahun 1945. Semangat jiwa juang ini yang mencintai bangsanya memperjuangkan negaranya yang saat itu dijajah Belanda," tegas Edy.

Sementara Sejarawan Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari mengatakan, pengajuan SM Amin sebagai pahlawan nasional sudah dilakukan sejak tahun 2009 di era Gubernur Syamsul Arifin.

Baca juga: Bamsoet: Jadikan Pahlawan Sebagai Teladan

Banyak Berjasa

SM Amin merupakan tokoh yang pantas menjadi pahlawan nasional. Ia memiliki banyak jasa bagi Indonesia. Di antaranya aktif dalam organisasi kepemudaan, salah satunya membentuk organisasi Jong Sumatera. Ia juga berperan pada Sumpah Pemuda.

SM Amin juga pengacara. Ketimbang menjadi pengacara Belanda, SM Amin lebih memilih menetap di Aceh menjadi guru dan pengacara.

"Dia tidak mau jadi pengacara Belanda, dia adalah sarjana hukum. Dia pergi ke Aceh menjadi guru dan pengacara, dia ingin membuktikan bahwa Indonesia bisa dibangun dari daerah," kata Ichwan.
Menurut Ichwan, kepakaran SM Amin di bidang hukum pernah diakui Adnan Buyung Nasution dan Mahfud MD.

"SM Amin juga penulis tangguh, ia menulis 15 buku. Bukunya dijadikan referensi oleh Adnan Buyung Nasution dan Mahfud MD di bidang hukum. Kata Adnan Buyung Nasution, SM Amin merupakan pahlawan nasional yang sangat penting," ujar Ichwan.

SM Amin menjadi pahlawan nasional yang ke-12 asal Sumatera Utara (Sumut).

Pahlawan nasional asal Sumut sebelumnya adalah AH Nasution, Mohammad Hasan, Sisingamangaraja XII, Kiras Bangun, FL Tobing, Tengku Amir Hamzah, Adam Malik, DI Pandjaitan, Zainul Arifin, TB Simatupang dan Djamin Ginting.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0