Serikat Pekerja: "Klaster Demo Hanya Isu Untuk Lemahkan Gerakan Buruh"

Sebelumnya, Dinkes Kota Semarang menyebut ada klaster atau kelompok penularan Covid-19 dari kalangan buruh atau pekerja...
Ramses Rianto Manurung - Nasional,Sabtu, 17-10-2020 19:44 WIB
Serikat Pekerja:
Demo tolak UU Cipta Kerja/ist

Semarang, Nusantaratv.com-Munculnya informasi klaster penularan covid-19 dari kalangan buruh yang menggelar aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law Undang UNdang Cipta Kerja di Semarang dan Jawa Tengah, dianggap janggal oleh serikat pekerja. 

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jateng menganggap hal itu tak lebih dari isu untuk mereduksi atau melemahkan gerakan buruh.

"Saya rasa ini hanya akal-akalan dari Dinkes [Semarang] untuk melemahkan gerakan buruh. Tidak bijak jika Dinkes langsung menyatakan jika penularan Covid-19 itu berasal dari aksi demo. Siapa tahu itu terjadi akibat perusahaan yang tidak menerapkan protokol kesehatan secara baik," ujar Sekjen KSPI Jateng, Aulia Hakim, Sabtu (17/10/2020)

Aulia mengaku sudah mengantongi nama perusahaan yang pekerjanya dinyatakan positif Covid-19 itu. Menurut dia, perusahaan itu menggelar rapid test bukan karena pekerjanya mengikuti aksi unjuk rasa. Sehingga tidak bisa dikaitkan dengan klaster demo di Semarang.

Baca juga: Ratusan Demonstran Reaktif Covid-19, TNI-Polri Diminta Rapid Test Anggotanya

Aulia menambahkan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang serius dalam menangani pencegahan Covid-19 dari kalangan pengunjuk rasa seharusnya pemeriksaan baik rapid test maupun swab digelar setelah demo beberapa waktu lalu.

Namun, hal itu tidak dilakukan. Justru pihak perusahaan yang menggelar pemeriksaan secara rapid. 

"Kemarin juga saat demo tidak ada tes apa-apa. Sekarang ada yang positif, tiba-tiba dinyatakan klaster demo. Ini kan aneh. Karena ini pula kita harus mendatangi Dinkes untuk meminta keterangan," imbuh Aulia.

Sebelumnya, Dinkes Kota Semarang menyebut ada klaster atau kelompok penularan Covid-19 dari kalangan buruh atau pekerja yang mengikuti demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Semarang, beberapa hari lalu.

Hakam menyebut ditemukannya klaster demo di Semarang itu berawal dari rapid test massal yang digelar perusahaan terhadap para pekerja. Dari rapid test itu ditemukan adanya pekerja yang reaktif.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0