Sembilan Daerah di Jateng Alami Kenaikan Kasus Positif COVID-19, Mana Saja?

Ganjar Pranowo Tegaskan Pengendalian Secara Massif di Sembilan Daerah Itu Harus Mulai Dilakukan Pekan Ini.
Adiantoro - Nasional,Selasa, 15-09-2020 10:42 WIB
Sembilan Daerah di Jateng Alami Kenaikan Kasus Positif COVID-19, Mana Saja?
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Humas Jateng)

Jakarta, Nusantaratv.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengungkapkan terdapat sembilan daerah yang mengalami tren kenaikan kasus positif virus corona (COVID-19).

Untuk itu, dia meminta sembilan daerah di Jateng tersebut untuk mewaspada hal ini. Sembilan daerah yang menjadi perhatian itu di antaranya Kota Semarang, Kabupaten Pati, Rembang, Boyolali, Sragen, Wonosobo, Pemalang, Kudus dan Kabupaten Tegal.

Ada beberapa kabupaten kota yang perlu mendapat perhatian, wabil khusus Kota Semarang. Maka saya minta, di daerah-daerah itu dilakukan pengetatan-pengetatan dalam pelaksanaan protokol kesehatan - ungkap Ganjar, Senin (14/9/2020).

Politisi PDI Perjuangan itu juga meminta Satpol PP di sembilan daerah tersebut untuk melakukan patroli rutin. Tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya kerumunan, harus selalu didatangi untuk dibubarkan.

Baca Juga: Wali Kota Singkawang dan 3 Keluarganya Terinfeksi Covid-19

Saya minta bupati/wali kota yang ada di sembilan daerah itu bersama-sama melakukan pengetatan saat ini, agar semuanya bisa terkendali - tegasnya.

Ganjar menegaskan pengendalian secara massif di sembilan daerah itu harus mulai dilakukan dalam pekan ini. Semua event yang berpotensi mendatangkan kerumunan massa, harus ditunda.

Event-event ditunda dulu, semua buat virtual saja. Kalau toh harus ada event, maka yang hadir harus sedikit dan protokol kesehatannya harus ketat. Kalau ada kesulitan di daerah, saya siap membantu dari provinsi - tukas Ganjar.

Sebagai informasi, kasus penyebaran COVID-19 di beberapa daerah di Jateng masih cukup tinggi. Dilansir dari corona.jatengprov.go.id, pada Senin (14/9/2020), total ada 18.136 kasus positif di Jateng.

Dari jumlah tersebut, 2.831 pasien dirawat di rumah sakit, 13.628 pasien sembuh dan 1.677 orang yang meninggal dunia, sedangkan suspek 1.639 orang.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0