Ridwan Kamil Diminta Pemerintah Pusat Sosialisasikan UU Ciptaker

Emil diminta membentuk tim untuk sosialisasi 12 klaster
Mochammad Rizki - Nasional,Rabu, 14-10-2020 18:15 WIB
Ridwan Kamil Diminta Pemerintah Pusat Sosialisasikan UU Ciptaker
Ridwan Kamil.

Bandung, Nusantaratv.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendapat instruksi  dari pemerintah pusat untuk menyosialisasikan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) ke masyarakat.

Instruksi itu ia ungkapkan usai rapat virtual empat jam dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dan beberapa menteri lain di Gedung Pakuan.

Baca juga: ​​​​​​Resmi! Naskah UU Ciptaker Diserahkan DPR ke Pemerintah 

"Tadi sepanjang empat jam dibahas sosialisasi Undang-Undang Cipta kerja omnibus law dari sudut pandang asbabun nuzul lahirnya undang-undang tersebut dari masalah keamanan dari masalah lain-lain. Instruksinya adalah semua daerah untuk aktif menyosialisasikan kira-kira begitu," ujar Emil, sapaan Ridwan Kamil, Rabu (14/10/2020).

Emil pun mengaku diperintahkan membuat tim kecil guna menyosialisasikan sekitar 12 klaster dalam UU itu.

"Bahwa terjadinya dinamika itu sudah realitanya, tapi tidak memberhentikan kita untuk menyosialisasikan apa yang dimaksud. Nah, salah satu tugas provinsi membuat tim kecil yang tugasnya menjadi tim yang menyosialisasikan kurang lebih 11 sampai 12 klaster," jelas dia.

Adapun dalam rapat, salah satu fokus pembahasan menurut Emil ialah klaster ketenagakerjaan. Ia mengaku mendapat pemaparan langsung dari Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah.

"Memang fokusnya tadi di ketenagakerjaan. Tadi dibahas sama Ibu Menteri yang hoaks, tidak hoaks dan lain-lain. Harusnya sih kalau duduknya dengan jernih pemahaman itu bisa dimengerti dengan baik," jelasnya.

Meski begitu, Emil tetap memberi ruang bagi masyarakat yang menolak UU Cipta Kerja, dengan melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

"Dan, masih ada ruang ruang pertama adalah menggugat ke MK. Jika tidak puas, ruang kedua adalah ikut memperbaiki dalam proses penyusunan peraturan pemerintah di tahap dua," tandasnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0