Ribuan Babi di Karanganyar Terjangkit Penyakit Demam Afrika

Dikarenakan belum ada vaksin atau obat untuk penyakit tersebut. Tindakan sementara yakni dengan membunuh dan mengubur atau...
Ramses Rianto Manurung - Nasional,Minggu, 11-10-2020 18:12 WIB
Ribuan Babi di Karanganyar Terjangkit Penyakit Demam Afrika
Peternakan babi/ist

Karanganyar, Nusantaratv.com-Di tengah kekhawatiran terhadap pandemi virus corona, di Karanganyar, Jawa Tengah, ribuan babi di tiga peternakan terjangkit penyakit African Swine Fever atau Demam Afrika beberapa waktu lalu.

Dikarenakan belum ada vaksin atau obat untuk penyakit tersebut. Tindakan sementara yakni dengan membunuh dan mengubur atau membakar ternak yang mati terjangkit penyakit itu.

Pengawas dan Pengendali Penyakit Hewan Dispertan PP Karanganyar, Sutiyarmo, mengatakan sudah mengecek adanya temuan ASF pada hewan babi di tiga peternakan wilayah Gondangrejo, Karanganyar, itu.

Guna mencegah meluasnya penyebaran penyakit tersebut, Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar meminta pemilik peternakan menghentikan transaksi babi sementara waktu untuk antisipasi persebaran penyakit

Baca juga: Ribuan Babi Mati Misterius di Bali

“Berdasarkan hasil pengecekan, ini baru kalai pertama demam afrika masuk Karanganyar. Sebelumnya belum pernah. Ini penyakit baru dan belum ada obat atau vaksinnya,” terangnya kepada media Minggu (11/10/2020).

Sutiyarmo mengatakan sebagai langkah antisipasi penularan, petugas langsung menyingkirkan ternak yang terjangkit demam afrika.

"Untuk ternak memang jika ada penyakit baru, walaupun hanya satu yang terdeteksi, kami anggap semuanya kena," ujarnya.

Sutiyarmo menjelaskan demam afrika yang saat ini menjangkiti sejumlah babi dapat membuat hewan ternak mati secara mendadak dan massal.

Karenanya, ia mengimbau peternak tidak melakukan transaksi terlebih dulu khususnya mendatangkan hewan dari luar kota.

Meskipun berdampak fatal pada hewan, Sutiyarmo mengatakan penyakit demam afrika tidak tergolong zoonosis alias tidak menular pada manusia.

“Ancaman untuk manusia terkhusus pada peternak yang akan mengalami kerugian besar karena adanya penyakit ini. Karena berpotensi membuat babi mati secara massal dan juga mendadak,” terangnya.


 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0