'Ratu Ekstasi' di Medan  Dituntut 12 Tahun Penjara

Kasus yang menjerat Runa mengingatkan kasus serupa yang melibatkan Zarima Mirafsur pada dekade 1990-an. Ketika itu Zarima...
Ramses Rianto Manurung - Nasional,Selasa, 17-11-2020 21:55 WIB
'Ratu Ekstasi' di Medan  Dituntut 12 Tahun Penjara
Foto ilustrasi pil ekstasi/ist

Medan, Nusantaratv.com-Runa Ariska Yohana alias Una (22) yang dijuluki 'Ratu Ekstasi' di  Medan dituntut hukuman 12 tahun penjara. 

Sidang tuntutan wanita cantik warga Kota Medan ini digelar secara video conference di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (17/11/2020).

Runa dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sumut Rehulina Sembiring, selama 12 tahun pidana penjara terkait perkara kepemilikan 85 butir ekstasi.

Kasus yang menjerat Runa mengingatkan kasus serupa yang melibatkan Zarima Mirafsur pada dekade 1990-an. Ketika itu Zarima ditangkap karena kedapatan memiliki 30 ribu butir ekstasi yang membuat dirinya dijuluki Ratu Ekstasi. Jumlah ekstasi milik Runa terjauh jauh lebih banyak dari Zarima hingga membuatnya dijuluki Ratu Ekstasi dari Medan.

"Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Runa Ariska Yohana alias Una dengan hukuman pidana penjara selama 12 tahun," kata JPU Rehulina Sembiring di hadapan majelis hakim yang diketuai Riana Pohan.

JPU Rehulina juga membebankan wanita yang berdomisili di Jalan Mahkamah, Kelurahan Mesjid, Kecamatan Medan Kota ini untuk membayar denda Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar digantikan dengan pidana penjara selama 6 bulan.

Baca juga: Berantas Narkoba, BNNP Aceh Libatkan Semua Pihak

Dalam nota tuntutannya, JPU Rehulina menilai perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Yakni tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menyerahkan atau menerima Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman jenis pil ekstasi beratnya melebihi dari 5 gram," ujarnya dikutip dari Tribunews Medan.

Dalam dakwaannya, JPU Rehulina Sembiring mengatakan kasus bermula pada Jumat 1 Mei 2020 sekitar pukul 12.30 WIB, petugas Ditres Narkoba Polda Sumut menerima informasi dari seorang Informan bahwa terdakwa Runa Ariska Yohana menjual atau mengedarkan pil ekstasi.

"Menanggapi informasi itu, petugas menyuruh informan untuk memesan pil ekstasi sebanyak 50 butir kepada terdakwa Runa dan mendatangi rumah kost terdakwa Runa," ujar JPU Rehulina Sembiring.

Sesampainya di lokasi, sambung JPU, informan dan terdakwa melakukan transaksi 50 butir pil ekstasi dengan harga Rp 120 ribu per butirnya.

Kemudian petugas kepolisian langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa dan mengamankan 1 bungkus plastik klip bening tembus pandang berisi pil ekstasi sebanyak 85 butir seberat 25,09 gram.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0