Masih Zona Oranye Covid-19, PSBMK di Kota Bogor Diperpanjang Hingga 10 November

Menurut Bima penularan terbesar covid-19 di Kota Bogor adalah di rumah tangga dan perkantoran. 
Ramses Rianto Manurung - Nasional,Rabu, 28-10-2020 23:09 WIB
Masih Zona Oranye Covid-19, PSBMK di Kota Bogor Diperpanjang Hingga 10 November
Wali Kota Bogor Bima Arya/ist

Bogor, Nusantaratv.com-Pembatasan Sosial Berbasis Mikro dan Komunitas (PSBMK) di Kota Bogor resmi diperpanjang, mulai Rabu 28 Oktober hingga Selasa 10 November 2020 mendatang. 

“PSBMK dua minggu ke depan masih sama. Baru saja kami menyampaikan tentang kebijakan melanjutkan PSBMK hingga 10 November. Bogor masih di zona oranye, tapi ada perbaikan dalam hal tingkat kematian, ketersediaan tempat tidur, dan juga menurunnya lonjakan kasus positif,” ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya  di Balai Kota Bogor, Selasa (27/10/2020).

Menurut Bima penularan terbesar covid-19 di Kota Bogor adalah di rumah tangga dan perkantoran. 

“Karena itu fokusnya di situ. Rumah makan atau restoran itu minim sekali (terjadi penularan) tapi kita masih melanjutkan kebijakan untuk jam operasional masih sampai jam 9 malam dengan protokol kesehatan. Polanya kita pertahankan,” ujar Bima. 

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakot Bogor Rudiyana menjelaskan, data BNPB melalui aplikasi Bersatu Lawan Covid19 (BLC) menyatakan bahwa Kota Bogor berada di daerah risiko sedang (zona oranye) atau sama dengan zonasi pekan kemarin. 

Baca juga: ASN Liburan Keluar Kota Tanpa Lapor, Disanksi Turun Jabatan Hingga Potong Gaji

Sementara itu, penambahan jumlah positif pekan ini sebanyak 165 kasus atau lebih rendah dari pekan sebelumnya sebanyak 181 kasus. Sementara jumlah pasien sembuh cukup besar sebanyak 151 kasus, sehingga tingkat kesembuhan meningkat dari sebelumnya sebesar 79,7% dan jumlah kasus aktif menurun 2% dari sebelumnya menjadi 16,9%. 

Dikatakan PSBMK kali ini sama dengan sebelumnya, hanya saja ada penguatan, antara lain penguatan protokol kesehatan ditempat kerja, termasuk penerapan WFH, penguatan protokol kesehatan keluar dan masuk rumah serta penerapan waktu makan ditempat dan jam operasional sampai jam 21.00 WIB bagi restoran, rumah makan, kafe, mal dan toko, kecuali layanan kesehatan. Sehingga setelah jam 21.00 WIB dapat diterapkan layanan antar dan tidak ada kerumunan. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0