Layangan Nyangkut di Landing Gear Citilink

Sebuah layangan nyangkut di pesawat Citilink saat mau mendarat.
Alamsyah - Nasional,Minggu, 25-10-2020 01:05 WIB
Layangan Nyangkut di Landing Gear Citilink
Layangan nyangkut di sayap Citilink

Jakarta, Nusantaratv.com - Insiden layangan nyangkut yang terkesan remeh temeh namun membahayakan ini terjadi pada maskapai penerbangan Citilink. Peristiwa pada akhir pekan ini terpantau terjadi di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. 

Adapun layangan itu nyangkut di landing gear sebelah kiri pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QZ 1107. Layangan dengan lebar sekitar 50 sentimeter itu tersangkut di pesawat jenis ATR 72-600 rute Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta menuju Bandara Adisutjipto.
 
Menurut Manajer Umum Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama, peristiwa itu terjadi saat maskapai masih dalam penerbangan di ketinggian sekitar 1.000 meter, yakni di sekitar jembatan layang Janti Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Pilot yang mengemudi maskapai tersebut telah mengetahui keberadaan layang-layang itu.
 
"Pilot melihat banyak layang-layang dan sudah dilaporkan ke petugas tower, di final approach banyak sekali layang-layang tapi sulit dihindari karena itu lintasan pesawat," kata dia.
 
Dalam situasi sulit, pesawat tak bisa menghindar menerabas sebuah layang-layang. Layang-layang tersebut menyangkut di landing gear sebelah kiri. Beruntung, 54 penumpang dan lima awak maskapai selamat semua.
 
Agus menyebut, tak ada kerusakan berarti pada maskapai usai kejadian itu. Pesawat anak maskapai perusahaan Garuda Indonesia itu tetap layak terbang lagi.
 
“(Keberadaan layang-layang) sangat berbahaya untuk penerbangan, apalagi pesawatnya jenis propeller (berbaling-baling) sebagai penggerak mesin," kata dia.
 
Pihaknya mengimbau ke masyarakat tidak menerbangkan layang-layang di dekat bandara. ia mengatakan, Bandara Adisutjipto tak hanya melayani penerbangan komersial, namun juga terdapat pesawat latih dengan jenis mesin propeler juga.
 
Ia menambahkan, pihak yang mengganggu aktivitas penerbangan bisa dijerat dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0