Kunjungi Bali, Putri Wapres Ma'ruf Luruskan Wacana Wisata Halal

Menurutnya halal merupakan gaya hidup
Mochammad Rizki - Nasional,Rabu, 02-09-2020 12:36 WIB
Kunjungi Bali, Putri Wapres Ma'ruf Luruskan Wacana Wisata Halal
Siti Ma'rifah saat menyampaikan pandangannya. (Menara)

Jakarta, Nusantaratv.com - Ketua DPP Silaturahmi Umrah dan Haji Indonesia (SAHI) Siti Ma’rifah, mengunjungi DPW SAHI Bali, Selasa (25/8/2020) lalu. Dalam kesempatan itu, putri Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin tersebut sempat menyinggung kehadiran desa wisata halal di Pulau Dewata. Menurutnya, ada persepsi yang salah dari wacana itu.

Hal ini Siti sampaikan, kala membahas potensi ekonomi syariah, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Mau Rumah Sakit Syariah Jadi Wisata Medis Turis Timur Tengah 

"Desa wisata halal di Bali jangan disalahartikan, hanya khusus orang Muslim, dan non-Muslim dilarang masuk atau harus memakai pakaian Muslim, bukan. Tetapi bagaimana Bali yang dianggap (nyaman) untuk turis non Muslim, juga bisa aman dan nyaman untuk turis beragama Islam, walaupun Islam di sini minoritas," ujar Siti.

Menurut dia, halal selayaknya gaya hidup. Sehingga, tak ada yang perlu dikhawatirkan dari penerapannya.

"Jadi tidak perlu dikhawatirkan, jangan dianggap islamisasi, jangan," tutur dia.

Siti pun mencontohkan Taiwan yang telah menyediakan hotel khusus Muslim. Ia menjelaskan, apabila suatu wilayah telah menegaskan posisinya sebagai kota atau daerah wisata, wilayah itu harus bisa menerima seluruh segmentasi masyarakat dari berbagai penjuru.

Siti menilai penting bagi Bali agar memiliki desa wisata halal. Sehingga turis dari Timur Tengah atau dari belahan dunia yang beragama Islam, semakin nyaman berwisata ke Bali, terlebih dalam urusan ibadah dan wisata kuliner.

"Saya lebih menyebutnya Moslem friendlyjadi Bali perlu memiliki tempat yang Moslem friendly," kata dia.

Gelang Haji Digital

Selain ekonomi kerakyatan, Siti turut mendiskusikan persoalan haji saat di Bali. Ia mengaku telah beraudiensi dengan pihak Kementerian Agama RI. Di momen tersebut, SAHI mengusulkan adanya gelang haji digital.

Tujuannya untuk memudahkan proses pelacakan posisi jemaah, khususnya saat ada jemaah yang terpisah dari rombongan.

Masukan ini diutarakan guna membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas ibadah haji, hingga umrah.

"Gelang haji misalnya sudah harus digital, sehingga jika ada jemaah yang terpisah, bisa segera terdeteksi, agar cepat dilakukan penanggulangan," tandasnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0