Kota Batu Bakal Miliki Kereta Gantung

Pembangunannya melibatkan PT INKA
Mochammad Rizki - Nasional,Sabtu, 21-11-2020 23:13 WIB
Kota Batu Bakal Miliki Kereta Gantung
Kota Batu. (Net)

Malang, Nusantaratv.com - Guna mendorong kemajuan pariwisatanya, Kota Batu berencana membangun kereta gantung.

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menggandeng PT Industri Kereta api (INKA). 

PT INKA terlibat untuk menguji kelayakan adanya transportasi kereta gantung di wilayah tersebut. 

Baca juga: Tujuh Gerbong KA di Malang Jalan Sendiri 

"Draf sudah ada, dan kemungkinan minggu depan INKA sudah bisa bekerja pasca ada MOU yang sudah ditandatangani bersama," ujar Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Sabtu (21/11/2020).

Menurut Dewanti, dengan masuknya PT INKA, maka Pemkot Batu akan terus mempercepat kerja sama yang juga melibatkan BUMD, dan Doppelmayor Austria. 

Dewanti mengatakan, apabila pembangunan kereta gantung telah terwujud, pengelolaannya bisa melalui BUMD, bekerja sama dengan swasta. 

Mengingat, proyek ini anggarannya bukan berasal dari dana pemerintah.

Direktur PT INKA Budi Noviantoro, menjelaskan model transportasi pariwisata cable car atau kereta gantung wisata,  memiliki kapasitas penumpang sampai 2 ribu per jamnya.

Dengan rata-rata kecepatan 6,5 meter per detik (m/s). Sedangkan jenis kabin biasanya menggunakan gondola berkapasitas 4 sampai 12 penumpang.

Lalu ada pula tipe kabin dengan kapasitas lebih besar yang mampu menampung 150 penumpang. Kabin tipe khusus ini, bisa berputar, yang fungsinya untuk menikmati pemandangan ke segala arah.

"Untuk pendanaan, DED, kenaikan biaya konstruksi, kenaikan biaya operasional, dan risiko suku bunga bisa melalui BUMD. Sedangkan pemerintah bisa menerapkan tarif, pengadaan lahan, perizinan dan regulasi termasuk kebijakan untuk menghentikan kerja sama," kata dia.

Untuk waktu pengerjaan proyek, baru akan dipastikan usai ada kerja sama antara Pemkot Batu, BUMD dan PT INKA. 

Setelahnya baru dilanjutkan dengan pembentukan Joint Venture Company (JVC) bersama BUMD secara pararel dengan Fisibility Studi (FS) dalam waktu yang ditentukan, yakni mulai November 2020 sampai dengan Januari 2021 mendatang.

"Baru proses konstruksi sarana dan prasarana bisa membutuhkan waktu 18 sampai 30 bulan," kata dia.

PT INKA memproyeksikan panjang jalur kereta gantung nantinya 9,6 kilometer, dengan dilengkapi enam stasiun, dari mulai lereng Gunung Panderman sampai kawasan Sengkaling, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0