Karena Covid-19, Bappeda Klaten Tutup Sementara

Kepala Bappeda Kabupaten Klaten, Sunarno mengatakan, kantor Bappeda untuk sementara ditutup selama tiga hari .
Supriyanto - Nasional,Senin, 23-11-2020 08:20 WIB
Karena Covid-19, Bappeda Klaten Tutup Sementara
Sekretariat Bappeda Kabupaten Klaten

Nusantaratv.com, Klaten - Sempat dirawat di rumah sakit, ASJ (45) Kasubid Bappeda Kabupaten Klaten dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jogonalan, Klaten, MZ (58) meninggal dunia akibat terpapar covid-19.

Atas kejadian itu, Kepala Bappeda Kabupaten Klaten, Sunarno mengatakan, kantor Bappeda untuk sementara ditutup selama tiga hari dan tidak ada kegiatan apapun. “Pada prinsipnya Bappeda siap mematuhi prosedur. Bahkan  sudah ada beberapa pegawai yang melakukan rapid dan swab,” jelasnya, akhir pekan lalu.

Beberapa pegawai Bappeda menurutnya sudah ada yang melakukan rapid di PMI Klaten bahkan sampai di Yogyakarta. Jajaran Bappeda sudah proaktif menyikapi, terutama yang terakhir kontak mengantar almarhum rapat ke Solo. Di Bappeda ada total 34 pegawai dan harapannya Senin sudah normal. Namun mulai Jumat dilakukan work from home (WFH) agar dimanfaatkan untuk isolasi mandiri serta tidak ke mana-mana.

Untuk sterilisasi kantor Bappeda masih menunggu koordinasi dengan Satgas dan Dinas Kesehatan.
Bappeda tinggal menunggu instruksi karena kejadian ini sudah dilaporkan semua. Staf ahli Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten, dokter Roni Reokmito mengatakan almarhum meninggal dan dinyatakan positif Covid.

Dari informasi yang didapatkan, almarhum memiliki penyakit penyerta, jantung. Selain ASJ, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jogonalan, Klaten, MZ (58) meninggal dunia juga dinyatakan positif Covid-19. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Klaten, Anif Solikin membenarkan almarhum meninggal positif Covid.

Baca Juga: Anies Perpanjang PSBB Transisi

Terkait kejadian itu sudah dilakukan tracing dan swab oleh Satgas Kabupaten Klaten. Pegawai yang dinyatakan negatif bisa masuk kantor dan yang positif isolasi mandiri di rumah. Dari hasil swab yang dilakukan Satgas terdapat satu pegawai yang positif dan sudah diminta isolasi mandiri.

“Kemenag sampai KUA protokol kesehatan telah dilaksanakan sejak lama. Pembagian tugas ASN dilakukan untuk work from home (WFH) atau WFO, menyediakan cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, pakai masker, memeriksa semua tamu dan pegawai yang masuk kantor dengan thermogun, penyemprotan ruangan dengan desinfektan dan lainnya,” lanjut Anif.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0