Jelang Tutup Tahun Curanmor Marak di Kota Tangerang

Kasus pencurian kendaraan bermotor marak terjadi di kota Tangerang jelang tahun baru.
Alamsyah - Nasional,Selasa, 17-11-2020 01:30 WIB
Jelang Tutup Tahun Curanmor Marak di Kota Tangerang
Ilustrasi curanmor

Jakarta, Nusantaratv.com - Salah satu wilayah di kota Tangerang, Banten yang marak terjadi kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yakni di daerah Cipondoh. Kasus curanmor itu sendiri acap terjadi menjelang tahun baru.

Banyaknya warga melaporkan aksi pencurian kendaraan bermotor itu memang diterima langsung oleh Kapolsek Cipondoh AKP Maulana Mukarom. Kspolsek pun mengungkapkan jika pihaknya sudah bergerak untuk menyelidiki kasus curanmor ini.

"Memang untuk akhir-akhir ini masyarakat resah karena banyak curanmor (pencurian kendaraan bermotor) di akhir tahun. Makanya kami lakukan penyelidikan," kata Maulana di Mapolsek Cipondoh, Senin (16/11/2020).

Berdasarkan hasil penyelidikan, ada tiga orang tersangka yang terbiasa melakukan pencurian kendaraan bermotor di wilayah Cipondoh. Dua tersangka yaitu SW dan MS ditangkap di kawasan Ketapang RT 05/05, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Sedangkan satu orang yaitu NK masih menjadi buronan polisi.

"Tersangka yang berhasil diciduk Polsek Cipondoh berinisial SW dan MS sementara, NK masih jadi buronan," lanjut Maulana.

Ketiga pelaku dilaporkan beraksi pada 7 November 2020 lalu sekitar pukul 05.30 WIB. Pelaku mencuri motor Honda Vario bernopol B-6815-VJB milik korban Mahin Abdillah. Saat itu myotor korban berada di dalam pekarangan rumah, dan kemudian pelaku langsung membawa motor tersebut begitu pemilik masuk ke rumah m

"Kejadiannya saat tanggal itu korban masuk ke rumahnya dan memasukan motornya ke dalam pager untuk istirahat. Nah di situ pelaku pada beraksi," jelas Maulana.

Polisi melakukan penyelidikan kepada motor tersebut dan didapati motor serupa. Saat penangkapan, pelaku juga langsung mengakui perbuatannya. Keduanya kini sudah diringkus di Mapolsek Cipondoh untuk disangkakan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman penjara selama tujuh tahun.

"Lalu tersangka yang ditangkap pertama kali mengakui perbuatannya dan kamu lakukan penangkapan kepada temannya lagi di kawasan Kampung Ambon, Jakarta Barat," ungkap Maulana.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0