Hindari Konflik Pemulasaran Jenazah Covid-19, Rumah Sakit Diminta Libatkan 'Modin'

Pemulasaran Jenazah Terpapar Covid-19 Telah Dilakukan Sesuai Aturan Agama dan Standar Protokol Kesehatan.
Adiantoro - Nasional,Minggu, 18-10-2020 08:53 WIB
Hindari Konflik Pemulasaran Jenazah Covid-19, Rumah Sakit Diminta Libatkan 'Modin'
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen. (Humas Jateng)

Jakarta, Nusantaratv.com - Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen meminta semua rumah sakit rujukan penanganan virus corona (Covid-19) melibatkan petugas pemulasaran jenazah atau modin dari desa sekitar.

Mengutip laman resmi Pemprov Jateng, Minggu (18/10/2020), hal tersebut dilakukan sebagai upaya menghindari konflik yang kemungkinan muncul pada saat penanganan jenazah terinfeksi Covid-19.

Banyak isu tentang pemulasaran jenazah pasien Covid-19 tidak dimandikan, tidak sesuai syariat. Maka saya yakinkan bahwa pemulasaran jenazah COVID-19 di rumah sakit sudah diterapkan sesuai dengan syariat agama Islam - kata Gus Yasin, sapaan akrab Wagub Jateng itu.

Menurut pria kelahiran Rembang, Jateng, 37 tahun silam itu, semua rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan Covid-19, sudah ada petugas pemulasaran jenazah yang kompeten baik dari aspek protokol kesehatan maupun keagamaan.

Baca Juga: Wapres: Vaksin Covid-19 Harus Punya Sertifikat Halal

Dia bahkan menyaksikan sendiri ada petugas pemulasaran jenazah perempuan yang merawat jenazah perempuan terpapar Covid-19, dari mulai memandikan, mengkafani, menyolatkan, memasukan ke peti hingga prosesi penguburan sesuai protokol penanganan jenazah Covid-19. Begitu juga dengan petugas pemulasaran jenazah lelaki yang mengurus jenazah laki-laki terinfeksi Covid-19.

Selain petugas yang sudah ada juga melibatkan modin dari desa-desa yang ada di sekitar rumah sakit yang bisa dipanggil sewaktu-waktu, minimal dua modin sehingga bisa bergiliran. Apalagi saat ini orang yang meninggal akibat Covid-19 semakin banyak - imbuhnya.

Selain menggandeng modin di desa sekitar, Gus Yasin juga mengingatkan kepada petugas, saat memasukan jenazah muslim ke peti mati selalu menghadapkan jenazah ke arah kiblat. Lalu, menandai arah kiblat pada peti tersebut supaya saat menguburkan tidak salah arah.

Gus Yasin menyebut pemulasaran jenazah terpapar Covid-19 telah dilakukan sesuai aturan agama dan standar protokol kesehatan. Selain itu, pedoman pengurusan jenazah juga selalu dilakukan dengan menerapkan pedoman-pedoman yang telah diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 18 Tahun 2020.

Dengan melibatkan modin di 58 rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 yang tersebar di Jateng, masyarakat menjadi tenang dan menerimanya. Saya juga berharap warga NU dan organisasi-organisasi keagamaan lainnya dapat menyosialisasikan ini kepada masyarakat - tukas Gus Yasin.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
1
wow
0