Gegara Covid-19 Kasus Perceraian di Batam Meningkat

Bahkan selama pandemi covid-19, setiap satu jam ada 4 kasus perceraian yang disidangkan di Pengadilan Agama kelas 1A Batam. 
Ramses Rianto Manurung - Nasional,Kamis, 19-11-2020 23:30 WIB
Gegara Covid-19 Kasus Perceraian di Batam Meningkat
Ilustrasi perceraian/ist

Batam, Nusantaratv.com-Pandemi covid-19 membuat kasus perceraian meningkat di Batam, Kepulauan Riau. Bahkan selama pandemi covid-19, setiap satu jam ada 4 kasus perceraian yang disidangkan di Pengadilan Agama kelas 1A Batam. 

"Pandemi Covid-19 ini cukup berdampak bagi kehidupan rumah tangga, banyak warga yang mengajukan sidang gugatan cerai itu akibat kondisi ekonomi keluarga. Suami tak bekerja, sang istri tak mengerti, ujungnya keluarganya tidak akur akhirnya mengajukan cerai," kata Humas Pengadilan Agama Kota Batam, H Barmawi, Kamis (19/11/2020). 

Barmawi mengatakan ada 30 perkara gugatan cerai yang menjalani persidangan di Pengadilan Agama setiap harinya.

Baca juga: Bansos BNPB Jadi Alat Kampanye di Pilkada Surabaya, Warga Lapor Bawaslu

"Beberapa bulan terakhir ini ada peningkatan, dalam sehari itu kita menyidangkan 30 perkara gugatan cerai, jumlah itu bahkan bisa lebih," ujarnya.

Dalam kasus perceraian yang disidangkan Pengadilan Agama Batam, tak hanya istri yang melayangkan gugatan. Ada juga gugatan dari pihak suami. 

Jumlah perceraian sepanjang Januri hingga November yang diajukan oleh istri dengan cerai gugat sebanyak 1.193 perkara, berbanding terbalik dengan cerai yang diajukan oleh suami atau cerai talak sebanyak 444 perkara.

Menurut Barmawi penyebab utama kasus perceraian di Batam lebih dominan akibat perekonomian. Hal itu diketahui pihaknya pada saat melakukan mediasi kepada dua belah pihak yang akan cerai.


 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0