Entah Dapat Ide Dari Mana, Pemuda Jepara Ini Jual Ganja Dalam Bentuk Kue Brownies

Modusnya baru tercium petugas setelah empat bulan
Ramses Rianto Manurung - Nasional,Kamis, 30-07-2020 16:31 WIB
Entah Dapat Ide Dari Mana, Pemuda Jepara Ini Jual Ganja Dalam Bentuk Kue Brownies
Tersangka penjual ganja dalam bentuk kue brownies, Franky Ervan Setiawan. Foto: Humas BNN Jateng

Nusantaratv.com-Modus pengedar narkoba untuk menjerat pengguna semakin beragam. Bahkan tak jarang modus yang digunakan benar-benar di luar perkiraan. Seperti yang dilakukan seorang pemuda asa Jepara, Jawa Tengah, Franky Ervan Setiawan yang kedapatan mengedarkan narkoba jenis ganja dalam bentuk kue brownies dan olahan kue kukis.

Untuk menghindari pelacakan petugas, Franky menjual brownies dan kukis ganja secara online 
melalui akun Instagram @420_desseert dan menggunakan rekening bersama aplikasi jual beli online salah satu startup e-commerce di Indonesia.

Brownies dan kukis ganja ini dijual dengan harga Rp400.000 per paket. Satu paket berisi enam potong brownies dan kukis yang konon efek ganjanya lebih terasa dibanding dengan cara diisap.

Baca juga: Diduga Pakai Narkoba di Pulau, Pejabat Bea Cukai Ditangkap

Modus yang digunakan Franky untuk mengedarkan barang haram dalam bentuk brownies dan kukis terbilang jitu. Terbukti, pemuda berusia 24 tahun ini bisa menjalankan usahanya selama empat bulan belakangan.

Namun perbuatan melanggar hukum yang dilakukan Franky akhirnya tercium oleh polisi. Dia diringkus aparat gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng dan Bea Cukai Jateng-Daerah Istimewa Yogyakarta setelah tertangkap basah Satresnarkoba Jepara menerima paket berisi 6,1 gram ganja.

Modus Baru di Jateng

Kepala BNN Jateng, Brigjen Pol. Benny Gunawan mengatakan narkoba dalam kue adalah modus baru di Jateng. Pengedar berkreasi dan memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 dengan melayani pembelian brownies dan kukis ganja secara online.

“Setelah kita lakukan pengembangan di rumah tersangka, kita akhirnya menemukan dua paket brownies dan tiga paket kukis yang terbuat dari ganja dan siap diedarkan,” kata Kepala BNN Jateng, Brigjen Pol. Benny Gunawan, Kamis (30/7/2020).

Peredaran narkoba di Jepara terbilang marak dan masuk dalam kategori episentrum peredaran narkoba di wilayah pantura  Jateng. Disinyalir narkoba yang masuk ke Jepara di-supplay dari Jakarta, Solo dan Surabaya.


 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0