Duh! Gunung Merapi Diprediksi Akan Meletus Dalam Waktu Dekat

Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta meletus mulai November hingga Desember 2010. Lebih...
Ramses Rianto Manurung - Nasional,Senin, 26-10-2020 17:00 WIB
Duh! Gunung Merapi Diprediksi Akan Meletus Dalam Waktu Dekat
Gunung Merapi/ist

Yogyakarta, Nusantaratv.com-Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta memprediksi Gunung Merapi akan meletus dalam waktu dekat. Prediksi tersebut berdasarkan pengamatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang meningkat secara kegempaan dan deformasi atau perubahan bentuk gunung.

Diketahui, Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta meletus mulai November hingga Desember 2010. Lebih dari 300.000 orang mengungsi dan sedikitnya 353 orang tewas akibat Gunung Merapi Meletus.

Saat ini, secara rata-rata, setiap hari terjadi enam kali gempa gempa dangkal, 23 kali gempa dangkal, dan deformasi sebesar 2 sentimeter. Namun, letusan Gunung Merapi dalam waktu dekat diperkirakan tidak sebesar yang terjadi pada 2010.

"Hal ini menunjukkan waktu erupsi berikutnya semakin dekat, diperkirakan tidak akan sebesar 2010, dan cenderung mengikuti perilaku erupsi pada tahun 2006. Status Gunung Merapi masih waspada dan aktivitas masih berlangsung, kita harus siap," jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaida saat peringatan satu dasawarsa erupsi Merapi 2010 yang disiarkan secara daring, Senin (26/10/2020).

Baca juga: Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Sejauh 1.500 Meter

Hanik lebih lanjut memaparkan, peningkatan aktivitas Gunung Merapi yang terjadi belakangan ini berbeda dengan menjelang letusan pada 2010 dan 2006. 
"Sudah dua tahun lebih di mana erupsi didominasi dengan gas, bersifat eksplosif tetapi dengan indeks eksplosif rendah, yaitu satu. Atau jika dibanding dengan erupsi 2010 seperseribu, dan seperseratus jika dibandingkan dengan erupsi tahun 2006," paparnya.

Ketika Gunung Merapi meletus pada 2010, tercatat memiliki indeks erupsi 4. Serupa dengan peristiwa sebelumnya pada 1872. 

"Erupsi besar 2010 memberikan pembelajaran berarti dalam pengelolaan kebencanaan gunung api baik itu peringatan dini, penyampaian informasi, dan lainnya," tukasnya.

Dengan adanya pandemi covid-19 sekarang ini, tak pelak ada tantangan dalam mitigasi bencana kepada masyarakat. Hanik berharap ada kesinambungan informasi dari pemangku kepentingan ke masyarakat. 

"Data harus selalu ada secara kontinu, informasi harus tetap sampai pada pemangku kepentingan maupun masyarakat. Kalau sampai terjadi krisis bagaimana cara menanggulangi, dan harus dilakukan secara komprehensif," tutupnya.

Gunung Merapi identik dengan sang juru kunci almarhum Mbah Maridjan yang telah berpulang pada 26 Oktober 2010.  Sebagai juru kunci, Mbah Maridjan sangat dihormati dan dipercaya oleh warga sekitar. Setiap gunung Merapi akan meletus, warga setempat selalu menunggu komando darinya untuk mengungsi.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0