Dor..!!! Perampok di Musi Banyuasin Tewas Ditembak Polisi

Adi Suprono alias Adi alias Salam (40) tewas dalam baku tembak dengan polisi.
Alamsyah - Nasional,Jumat, 13-11-2020 05:15 WIB
Dor..!!! Perampok di Musi Banyuasin Tewas Ditembak Polisi
Ilustrasi baku tembak

Jakarta, Nusantaratv.com - Pelaku adalah anggota dari komplotan perampok sadis dengan sasaran pengusaha burung walet.

Perampokan terakhir terjadi di rumah warga Trans A5, Desa Sido Mulyo, Kecamatan Tungkal Jaya, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (11/9) dini hari. Pelaku bersama 11 rekannya menggunakan enam sepeda motor datang ke TKP dan memecahkan jendela kaca rumah korban Jasri.

Begitu masuk, pelaku Sadam beserta temannya membekap korban beserta istri dan dua anaknya serta mengikat mereka dengan tali. Mereka leluasa mengambil barang-barang berharga, yakni sejumlah perhiasan emas dan uang tunai Rp 40 juta.

Di malam yang sama, kawanan ini beraksi di sebelah rumah korban Jasri. Kali ini pengusaha sawit, Simon Simare Mare (50) menjadi korbannya. Korban Simon terkena tembakan dan uang sebesar Rp 65 juta serta satu unit sepeda motor dibawa kabur pelaku.

Dari penyelidikan, polisi meringkus dua dari 12 pelaku, yakni Gondres alias Masno dan Andi. Sementara 10 lainnya ditetapkan sebagai buronan, termasuk pelaku Sadam.

Polisi mendapati keberadaan pelaku Sadam yang berada di rumah kontrakan di Desa Mekar Jadi, Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banguasin, Raby (11/11) malam. Disinyalir, warga Desa Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan, Lampung, itu berencana kembali beraksi bersama dua rekannya.

Petugas melakukan penggerebekan dan berusaha menangkap pelaku. Namun, pelaku justru menyerang polisi lalu terjun dari jendela.

Ketika itu, pelaku sempat melepaskan tembakan ke arah petugas sehingga terjadi baku tembak. Tembakan polisi mengenai pelaku dan dinyatakan tewas tak lama dalam perawatan di Rumah Sakit Sungai Lilin.

Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Erlin Tangjaya mengungkapkan, tersangka merupakan salah satu DPO yang terlibat dalam empat kali perampokan mendapatkan sekitar Rp 200 juta. Rata-rata korbannya adalah pengusaha burung walet.

"Tadi malam kami lakukan penangkapan tapi pelaku justru menembaki petugas, terjadi baku tembak dan pelaku tewas," ungkap Erlin, Kamis (12/11).

Dia mengatakan, komplotan ini merupakan perampok sadis karena beberapa korbannya mengalami luka tembak. Saat beraksi mereka juga membekap penghuni rumah agar leluasa mencari barang berharga.

"Mereka beraksi ramai-ramai dan membawa senpi rakitan dan senjata tajam. Itu alat yang digunakan untuk mengancam korban," ujarnya.

Dari tangan pelaku Sadam, petugas mengamankan sepucuk pistol rakitan, sebutir peluru aktif, dan sebutir selongsong. Petugas masih memburu beberapa rekannya yang masih berkeliaran.

"Dalam catatan polisi, kawanan ini sudah empat kali beraksi di Musi Banyuasin dan dua kali di OKU Timur," pungkasnya.


Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0