Diduga Todongkan Pistol dan Gunduli Pelaku Judi Sabung Ayam, Dandim Buleleng Dilaporkan ke Denpom

Selain ke Denpom, sang Letkol Lisrianto juga dilaporkan atas dugaan pelanggaran HAM oleh seorang bebotoh tajen, Gusti Bagus...
Ramses Rianto Manurung - Nasional,Kamis, 22-10-2020 00:31 WIB
Diduga Todongkan Pistol dan Gunduli Pelaku Judi Sabung Ayam, Dandim Buleleng Dilaporkan ke Denpom
Foto ilustrasi todongkan pistol/ist

Singaraja, Nusantaratv.com-Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Muhammad Windra Listrianto dilaporkan ke Detasemen Polisi Militer lantaran dinilai arogan dengan todongkan pistol dan gunduli kepala seorang pelaku judi sabung ayam di Desa Tingatinga, Gerogak, Buleleng, Bali, Rabu (21/10/2020).

Perwira menengah itu dilaporkan atas dugaan pengancaman menggunakan senjata api oleh Gusti Kompyang Adnyana.

Sebagai pelapor, yakni Gusti Kompyang Adnyana tak lain adalah penyelenggara judi tajen di Desa Tingatinga, Gerogak.

Selain ke Denpom, sang Letkol Lisrianto juga dilaporkan atas dugaan pelanggaran HAM oleh seorang bebotoh tajen, Gusti Bagus Setiawan alias Gusti Balon.

Gus Balon mempropamkan Letkkol Lisrianto karena mengaku telah digunduli dengan acak sesaat setelah diamankan.

Didampingi kuasa hukumnya dari Young Lawyer Community (YLC) DPC Peradi Singaraja, Adnyana mengaku keberatan dengan sikap arogansi anggota TNI dalam hal ini Dandim 1609/Buleleng yang menodongkan pistol ke kepalanya saat berada di Polres Buleleng usai penggerebekan judi tajen di Tingatinga, pada Selasa (29/9) lalu.

Baca juga: Menhan Prabowo dan Menhan Australia Bertemu, Bahas apa?

 “Padahal saat itu, saya sudah mengaku sebagai penyelenggara judi tajen dan meminta maaf. Namun anggota TNI (Dandim 1609/Buleleng) yang marah-marah todong pistol di Polres Buleleng,” aku Gusti Kompyang.

Sementara itu, menyikapi adanya laporan, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Muhammad Windra Lisrianto langsung mendatangi kantor DPC Peradi Buleleng dan menyampaikan klarifikasi, pada Rabu (21/10).

Letkol Lisrianto menegaskan, bahwa tindakan yang dilakukan terhadap bobotoh tajen dan penyelenggara tajen dilakukan semata-mata atas dasar Satgas Covid-19 dari unsur gabungan aparat TNI, Polisi dan Satpol PP.

“Saya katakan dan klarifikasi tidak ada tindak kekerasan terhadap penyelenggara tajen dan bebotoh tajen. Karena saya bergerak membubarkan tajen dengan alasan dan pertimbangan dari Satgas Covid-19,”tegasnya.

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0