Dibutuhkan, Pemerintah Diminta Selesaikan Rel Kereta Stasiun Rantau Prapat-Kota Pinang

Kehadiran rel tersebut dinilai bermanfaat bagi masyarakat setempat
Mochammad Rizki - Nasional,Senin, 07-09-2020 19:22 WIB
Dibutuhkan, Pemerintah Diminta Selesaikan Rel Kereta Stasiun Rantau Prapat-Kota Pinang
Ilustrasi rel kereta api. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Sebagian masyarakat Labuan Batu dan Labuan Batu Selatan mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menuntaskan pembangunan rel kereta api baru dari Stasiun Rantau Prapat menuju Kota Pinang di Sumatera Utara. Mengingat, lahan mereka sudah dibebaskan. 

Diketahui, proyek tersebut sudah berjalan 90 persen sejak akhir 2019 lalu. Tapi, hingga kini, pembangunan tersebut belum juga diselesaikan.

Pengamat kebijakan dan anggaran Uchok Sky Khadafi, menilai tepat desakan warga Agar, target yang sebelumnya dicanangkan dalam proyek tersebut tercapai. 

Baca juga: Puan: Pandemi Momentum Tepat Perbaiki Sistem Kesehatan Nasional 

"Itu diminta Kemenhub untuk segera menyelesaikan itu, kan udah dapat dana talangan dari pemerintah, tolong dialihkan itu kesana. Harus sesuai dengan target itu, karena masyarakat membutuhkan," ujar Uchok kepada wartawan, Senin (7/9/2020). 

Jika pembangunan rel kereta api itu tak kunjung selesai, kata Uchok kondisi tersebut perlu dipertanyakan. Kementerian menurutnya perlu menjawab pertanyaan itu. 

"Kalau enggak selesai itu patut dipertanyakan, itu sama aja nggak punya tanggung jawab, nggak bisa (dipercaya) bikin proyek kalau begitu," tutur Uchok.

"Harus segera diselesaikan itu, tanggung jawabmu mana Kemenhub/PT KAI. Jangan bikin rakyat sudah sengsara dengan Covid, sudah itu pemerintah ikut sengsarakan rakyat dengan proyek yang tidak selesai-selesai ini," imbuh Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) itu. 

Sementara, Anggota Komisi V DPR RI Mulyadi, mengatakan pihaknya masih memantau pembangunan rel kereta api tersebut. 

Meski begitu, ia optimis jika pembangunan rel kereta ini diselesaikan oleh pemerintah, mengingat sudah berjalan 90 persen.

"Kalau sudah 90 persen, kelihatannya pasti akan dilanjutkan (diselesaikan)," jelasnya.

Sementara, Direktur Indonesia Development Monitoring (IDM) Sumatera Utara, Andri Gunawan, mengatakan tak tepat jika pembangunan rel kereta api dari Rantau Prapat ke Kota Pinang sampai tertunda.

"Kurang pas rasanya. Jadi seakan-akan dana yang ada sekarang tidak dioptimalkan untuk menyelesaikan (proyek itu)," jelas Andri.

"Padahal tujuan kita adalah dana lanjutan untuk dari titik akhir pembangunan Pondok S6 sampai ke Kota Pinang," lanjut dia.

Jika alasan tersendatnya pembangunan karena belum ada dana, ia pun berharap adanya anggaran untuk melanjutkan pengerjaan proyek.

Pembangunan rel kereta api baru dari Stasiun Rantau Prapat menuju Kota Pinang di Sumatera Utara sepanjang 33 km ini, diketahui ditargetkan selesai tahun 2020. Proyek ini masuk dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), yaitu Kereta Api Trans Sumatera. Kereta ini menghubungkan Sumatera Utara dengan Riau, yang memiliki rute mulai dari Rantau Prapat-Kota Pinang-Dumai-Pekanbaru.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0