Bupati Bantah di Luar Daerah Saat Konflik Berdarah di Intan Jaya

Ia keluar wilayah karena diundang menteri
Mochammad Rizki - Nasional,Kamis, 01-10-2020 22:22 WIB
Bupati Bantah di Luar Daerah Saat Konflik Berdarah di Intan Jaya
Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni. (Net)

Intan Jaya, Nusantaratv.com - Menko Polhukam Mahfud Md mengaku mendapat laporan Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni tak berada di wilayahnya, di tengah konflik bersenjata yang terjadi. Mahfud tengah mencari tahu kebenaran kabar tersebut. 

Menanggapi hal itu, Natalis menyayangkan adanya informasi bahwa ia mengendalikan pemerintahan dari luar daerah. 

Baca juga: Mahfud Md: Otsus Papua Itu Berlaku Terus! 

"Saya mau memberikan klarifikasi karena beredar beredar berita miring bahwa saya mengendalikan pemerintahan dari luar daerah. Ini sama sekali tidak benar. Terus terang saya sesalkan sekali, karena saat kami sedang berupaya jatuh-bangun berupaya mengendalikan situasi keamanan di Intan Jaya malah dapat berita seperti ini," ujar Natalis, Kamis (1/10/2020). 

Natalis mengakui sempat meninggalkan Intan Jaya beberapa waktu lalu, lantaran harus memenuhi undangan dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. 

"Itu karena ada undangan dari Pak Menteri PAN-RB, lalu karena situasi Covid juga terpaksa harus tertahan. Kejadian penembakan Pendeta Yeremias di Hitadipa tanggal 19 September, tanggal 20 saya sudah langsung berada di Intan Jaya," jelasnya. 

Natalis menyesalkan pernyataan Mahfud, yang menurutnya menyampaikan informasi tak benar kepada publik. 

"Terus terang saya kecewa juga karena Pak Menko Polhukam harusnya bertanya kepada kami terlebih dahulu sebelum membuat pernyataan yang tentu saja tidak benar," jelas Natalis.

Mengenai langkah-langkah pemulihan keamanan di Intan Jaya pasca konflik, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan semua pihak baik dari kepolisian, TNI, tokoh adat dan gereja termasuk juga saksi-saksi yang mengetahui langsung kejadian penembakan tersebut. 

Bahkan sejak kejadian penembakan terhadap Pendeta Yeremias di Hitadipa, pihaknya sudah melakukan dua pertemuan besar di kantor Bupati Intan Jaya di Sugapa. 

"Yang intinya sama agar kita memastikan betul siapa pelaku penembakan dan apa motifnya. Kami saat ini juga sedang berusaha memastikan keamanan jadi kami berharap agar tidak lagi membuat kegaduhan dengan menyebarkan berita-berita yang tidak benar," tandasnya. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0