Bawa Poster Bertuliskan:Aja Wani-Wani Rusuh Neng Kotaku! Warga Kartasura Gelar Demo Tandingan

Aksi ini sebagai bentuk protes warga terhadap demo menolak omnibus law UU Cipta Kerja di Tugu Kartasura pada Kamis (8/10/2020)...
Ramses Rianto Manurung - Nasional,Selasa, 13-10-2020 18:25 WIB
Bawa Poster Bertuliskan:Aja Wani-Wani Rusuh Neng Kotaku! Warga Kartasura Gelar Demo Tandingan
Warga Kartasura Sukoharjo menggelar aksi unjuk rasa tandingan memprotes demo anarkis/ist

Solo, Nusantaratv.com-Sambil membawa poster bertuliskan Aja Wani-Wani Rusuh Neng Kotaku! (jangan coba-coba berbuat rusuh di kotaku), puluhan warga Kartasura Sukoharjo pro demokrasi menggelar aksi unjuk rasa tandingan menolak demo anarkis pada Selasa (13/10/2020).

Aksi ini sebagai bentuk protes warga terhadap demo menolak omnibus law UU Cipta Kerja di Tugu Kartasura pada Kamis (8/10/2020) lalu yang berakhir ricuh.

Dalam aksinya warga melakukan long march dari bekas Terminal Kartasura menuju bundaran Tugu Kartasura sekitar pukul 16.00 WIB. Warga dari berbagai elemen itu datang dengan membawa poster.

Poster dari warga itu antara bertuliskan "Demo Boleh Anarkis Jangan, Kartasura Anti Kisruh, Kartasura Cinta Damai, Kami Warga Kartasura Dan Sukoharjo Siap Melawan Pendemo Yang Anarkis".

Ada pula poster besar warna putih dengan tulisan warna hitam berbunyi "Warga Kartasura Menolak Aksi Anarkis, Ojo Wani-Wani Rusuh Neng Kotaku".

Aksi ini membuat arus lalu lintas Yogyakarta, Solo, dan Semarang sempat tersendat. Aparat kepolisian mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.

Baca juga: Pukul Mundur Seluruh Pendemo, Polisi Sudah 'Kendalikan' Kawasan Istana

Demo Boleh Asal Tidak Anarkis

Massa selanjutnya menggelar orasi dekat Tugu Kartasura. Dalam orasinya tokoh agama Kartasura, Gus Kumam, mengecam keras aksi unjuk rasa yang berujung anarkistis pekan lalu. Menurutnya, aksi demo anarkistis dengan merusak fasilitas umum menimbulkan ketakutan warga. 

"Demo boleh asal, tidak anarkis. Kami memberi dukungan kepada aparat keamanan dalam menjaga wilayah," katanya.

Seusai berorasi, massa bersama-sama membaca surat pernyataan sikap. Dalam surat pernyataan sikapnya, warga Kartasura setiap terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Massa selanjutnya bubar dengan kembali long march menuju bekas terminal Kartasura.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0