Angka Kematian COVID-19 Turun 2,55 Persen, RSUD Diminta Tetap Kerja Ekstra

Menurunnya Angka Kematian dan Meningkatnya Angka Kesembuhan COVID-19 Tidak Terlepas Dari Peran Rumah Sakit.
Adiantoro - Nasional,Rabu, 16-09-2020 08:35 WIB
Angka Kematian COVID-19 Turun 2,55 Persen, RSUD Diminta Tetap Kerja Ekstra
Gubernur Ganjar Pranowo. (Humas Jateng)

Jakarta, Nusantaratv.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memimpin rapat koordinasi dengan tujuh RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Jateng dan rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinvest) Luhut Binsar Pandjaitan di Dinas Kesehatan Jateng, Selasa (15/9/2020).

Dalam kesempatan itu, terungkap tingkat kematian (case fatality rate) akibat COVID-19 di Jateng menurun drastis. Dari 6 persen pada periode 30 Agustus hingga 6 September menjadi 2,55 persen pada 6-13 September. Selain itu, angka kesembuhan di Jateng juga meningkat cukup pesat. Saat ini, angka kesembuhan Jateng sudah mencapai 75,12 persen.

Hari ini kami mengevaluasi tentang upaya menurunkan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan di Jateng. Meskipun angka menunjukkan hasil yang cukup bagus, tapi tetap saja dibutuhkan kerja ekstra - ungkap Ganjar, dikutip dari laman humas,jatengprov.go.id.

Bagi Ganjar, menurunnya angka kematian dan meningkatnya angka kesembuhan tidak terlepas dari peran rumah sakit. Selain itu, kinerja laboratorium juga menjadi penunjang keberhasilan itu.

Makanya dua unit ini, kami minta bekerja keras. Pertama soal optimalisasi fungsi laboratorium dalam pemenuhan target tes, dan fungsi rumah sakit untuk mengurangi resiko kematian dengan caranya masing-masing - lanjut politisi PDI Perjuangan itu.

Untuk laboratorium, Ganjar mengatakan semuanya harus optimal. Maka dalam rapat diputuskan, ada tiga laboratorium yang akan didorong agar lebih optimal, yakni Badan Laboratorium Kesehatan Provinsi di Semarang, Lab RSUD Moewardi Solo dan Lab RSUD Margono Banyumas.

Baca Juga: Sembilan Daerah di Jateng Alami Kenaikan Kasus Positif COVID-19, Mana Saja?

Tiga lab itu akan kami dorong dan maksimalkan. Akan kami suplay seluruh peralatannya agar optimal. Tadi diputuskan, akan dibuat tiga shift langsung di tiga lab itu untuk mendorong percepatan tes di Jateng - terangnya.

Terkait rumah sakit, ungkap Ganjar, ada beberapa rumah sakit yang memiliki banyak pengalaman dalam rangka meningkatkan angka kesembuhan pasien COVID-19. Misalnya, RSUD Moewardi ada beberapa hal teknis yang dilakukan para dokter dan hasilnya bagus.

Mungkin ini yang berkontribusi pada rate yang cukup bagus di Jateng pada hari ini. Makanya saya minta ini diterapkan di rumah sakit lainnya, sambil tetap melakukan review terhadap SOP agar semua tenaga medis kita aman saat bekerja - imbuhnya.

Disinggung terkait kondisi rumah sakit di Jateng dan tempat isolasi, Ganjar menegaskan masih aman. Beberapa rumah sakit masih memiliki ICU dan ruang isolasi yang masih kosong.

Semuanya masih aman. ICU dan tempat tidur di rumah sakit alhamdulillah sampai saat ini masih terkontrol - tukas pria kelahiran Karanganyar, Jateng, 51 tahun silam itu.

Sementara itu, Menko Marinvest, Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi kinerja Jateng yang berhasil menurunkan angka kematian cukup signifikan pada pekan ini. Menurutnya, langkah itu sudah tepat dan harus dimasifkan agar cepat terkendali.

Jawa Tengah ini bagus, angka kematiannya turun signifikan. Semarang saya lihat hanya Kota Semarang dan Kudus yang masih tinggi, kalau dua ini ditangani dengan baik, maka Jawa Tengah akan bagus - ucap Luhut.

Dia meminta Ganjar melakukan pengetatan protokol kesehatan, khususnya di Kota Semarang. Luhut bahkan meminta TNI/Polri membantu agar kasus di Kota Semarang cepat melandai.

Sesuai arahan Presiden, saya minta dalam waktu dua minggu ini, sudah ada hasilnya. Lakukan pengetatan, patroli rutin dan pembatasan kerumunan. Kalau perlu, kerumunan dibatasi maksimal lima orang - cetus Luhut.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0