Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Ribuan Warga Mengungsi

Para Pemerintah Daerah Setempat Juga Telah Menetapkan Status Darurat.
Adiantoro - Nasional,Kamis, 12-11-2020 08:15 WIB
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Ribuan Warga Mengungsi
Gunung Merapi. (Twitter @BPPTKG)

Jakarta, Nusantaratv.com - Setidaknya lebih dari 1.000 warga mengungsi seiring meningkatnya aktiviats Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hal itu disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tercatat ada 1.294 warga mengungsi di empat kabupaten, yakni Boyolali, Magelang, dan Klaten (Jateng). Kemudian, Kabupaten Sleman (DIY).

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, warga yang dievakuasi sebagian besar kelompok rentan seperti lanjut usia, anak-anak, balita, ibu hamil, disabilitas, dan ibu menyusui.

Warga yang mengungsi yakni di Kabupaten Magelang dengan total 835 warga, Sleman 203 warga, Boyolali 133 warga, dan Klaten 123 warga. Warga ini tersebar di tempat evakuasi sementara (TES) dan tempat evakuasi akhir (TEA) - ujar Raditya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Lebih lanjut, Raditya mengungkapkan, sukarelawan terus bergerak membantu baik untuk melakukan evakuasi maupun memenuhi kebutuhan pokok warga serta memasak di dapur umum.

Dia juga menjamin kebutuhan pokok warga terpenuhi. Selain itu, pos pendukung di tempat penampungan juga siap memberikan pelayanan seperti kesehatan selama 24 jam.

Tak hanya tempat, dia juga menyebut pemerintah desa menyiapkan tenaga serta pelayanan kepada para warga yang harus dievakuasi.

Ini menjadi bukti kuatnya sister village dalam konteks kebencanaan, warga dari suatu desa membantu warga desa lainnya - jelasnya.

BPBD, terang dia, juga terus membantu pemerintah desa, pemkab, dan pemprov terkait pemenuhan kebutuhan warga. Para pemerintah daerah setempat juga telah menetapkan status darurat sehingga mempermudah BPBD dalam aksesibilitas sumber daya maupun akuntabilitas dalam penyelenggaraan operasi tanggap darurat.

Raditya menambahkan BPBD juga terus mengevaluasi tantangan apabila kondisi semakin kritis. 

Seperti menyiapkan jalur dan transportasi evakuasi, jalur dan peralatan komunikasi maupun penerapan protokol kesehatan saat proses evakuasi maupun di tempat penampungan - tukas Raditya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0