Aksi Tolak Kedatangan Habib Rizieq di Kendal Dibubarkan Polisi

Dalam aksinya di Alun-alun Kabupaten Kendal, mereka mengecam ceramah-ceramah bernada provokasi yang selama ini dilakukan...
Ramses Rianto Manurung - Nasional,Selasa, 24-11-2020 21:55 WIB
Aksi Tolak Kedatangan Habib Rizieq di Kendal Dibubarkan Polisi
Foto ilustrasi tolak kedatangan Habib Rizieq Shihab di Kota Solo/ist

Kendal, Nusantaratv.com-Aksi tolak kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) yang dilakukan puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kendal di Kabupaten Kendal, Selasa (24/11/2020) siang, dibubarkan oleh polisi.

Dalam aksinya di Alun-alun Kabupaten Kendal, mereka mengecam ceramah-ceramah bernada provokasi yang selama ini dilakukan HRS dan menyebut HRS telah memecah belah NKRI.

"Di kabupaten Kendal banyak ulama dan para ulama ini selalu memberikan ceramah dengan santun, bijakasan dan sejuk. Ulama-ulama di Kendal ini tidak seperti Habib Rizieq yang selalu berceramah dengan nada provokasi yang bisa menyebabkan perpecahan NKRI. NKRI itu bagi kami adalah harga mati,” kata Kordinator Lapangan, Nanang Supriyanto.

Nanang menjelaskan, para pendemo menolak kedatangan HRS di Kendal dalam segala bentuk kegiatan apapun dan mendukung sepenuhnya langkah yang dilakukan TNI-Polri dalam menegakkan supremasi hukum terutama terhadap HRS.

Baca juga: Pengamat: Jokowi Fokus Urus Negara, Rizieq Biar Nikita Mirzani yang Urus

"Tujuan demo kami ini juga mendukung penuh langkah TNI-Polri dalam menegakkan supremasi hukum khususnya terhadap HRS. Jangan sampai aparat kepolisian takut untuk menegakkan hukum,” jelasnya.

Penolakan terhadap HRS tidak hanya diwujudkan dalam aksi demo saja, mereka juga membacakan pernyataan sikap berisi 7 point yang isinya menolak provokasi, mengecam ceramah dan kehadiran HRS di Kendal.

"Kami tadi bacakan tujuh point pernyataan sikap kami sebagai bentuk perlawanan kami yang mengecam ceramah HRS dan menolak kedatangan HRS. Kami berharap masyarakat di seluruh Indonesia juga melakukan aksi yang sama seperti ini,” pungkasnya.

Aksi demo ini mendapat teguran dari polisi dan meminta para pendemo untuk membubarkan diri karena tidak ada ijin keramaian dan bisa munculnya klaster baru.

Mereka meminta kelonggaran waktu untuk melakukan aksi larung poster HRS ke sungai dan akan membubarkan diri.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0