3 Warga Pandeglang Tewas Saat Berwisata di Bendungan Cikonjang

Tetiba pPerahu wisata itu terbalik di Bendungan Cikoncang.
Alamsyah - Nasional,Senin, 26-10-2020 06:30 WIB
3 Warga Pandeglang Tewas Saat Berwisata di Bendungan Cikonjang
Lokasi wisata Bendungan Cikoncang

Jakarta, Nusantaratv.com - Tiga Warga Pandeglang Tewas seketika saat perahu wisata yang mereka naiki di Bendungan Cikoncang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, terbalik.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (25/10/2020) sekitar 14.00 WIB. Peristiwa itu bermula saat para wisatawan masuk melalui pintu masuk di Desa Curug Ciung, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.

"Lalu menetap di warung Ibu Ika di Desa Curug Ciung, lalu naik perahu di wilayah wisata Curug Ciung Pandeglang sekira jam 13.05 WIB memasuki wilayah Katapang sekira jam 13.12 WIB," kata Humas Basarnas Banten Warsito melalui keterangan tertulisnya.

Setelah itu tiba-tiba perahu yang mereka tumpangi menabrak Tanggung yang berada di tengah danau. Akibatnya perahu tersebut terbalik. Setelah terbalik puluhan wisatawan itu berhasil dievakuasi, naas tiga orang nyawanya tak tertolong.

"Jumlah penumpang 28 orang. Penumpang berhasil evakuasi keseluruhan, penumpang yang meninggal tiga orang," ujarnya.

Ketiga korban itu diantaranya F (13) N (12) dan R (20) adalah warga Desa Cikiruh Wetan, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang.

Terkait itu, Kapolsek Cikeusik Iptu Tisna Gunadi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun pihaknya belum bisa menjelaskan detail peristiwa itu lantaran anggotanya masih di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Untuk TKP masih simpang-siur antara masuk Lebak dan Pandeglang.

"Siap Anggota masih di lokasi karena TKP. Masih simpang siur antara masuk Lebak atau Pandeglang," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyatakan menutup seluruh lokasi tujuan wisata saat liburan panjang akhir pada 28 Oktober hingga 1 November 2020.

Keputusan ini diambil Bupati Iti lantaran guna mencegah penularan Covid-19 di Kabupaten Lebak, Banten.

"Penutupan lokasi tujuan wisata di Kabupaten Lebak mulai tanggal 28 Oktober sampai 1 November 2020," ujarnya Sabtu (24/10/2020).

Sehingga terjadi kerumunan dan berpotensi meningkatnya jumlah kasus Covid-19. Selama ini, kata dia, Pemkab Lebak bekerja keras guna mengendalikan penularan Covid-19 dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Nomor 28 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0