Mobil Listrik Volvo Terparkir di Pelabuhan, Tunggu Pembaruan Software

Seharusnya Pelanggan Menerima Pengiriman Mobil Listrik XC40 Recharge Pada Akhir Februari.

Mobil listrik Volvo XC40 Recharge terparkir di pelabuhan. (The Verge)

Nusantaratv.com - SUV listrik Volvo XC40 Recharge saat ini terparkir di pelabuhan Amerika Serikat (AS). Hal ini akibat perusahaan masih menunggu pengiriman pembaruan software sebelum mengirimkan mobil listrik itu ke konsumen dan diler.

Mengutip The Verge, Selasa (2/3/2021), SUV (Sport Utility Vehicle) listrik XC40 Recharge, yang merupakan kendaraan listrik pertama Volvo, meninggalkan pabrik Volvo tanpa mengaktifkan software 'Volvo On Call'. 

'Volvo On Call' merupakan layanan berlangganan yang menghubungkan mobil Volvo ke smartphone pemiliknya, memungkinkan mereka menghidupkan dan mematikan kendaraan dari jarak jauh, mengunci atau membuka kunci pintu, dan mengakses informasi diagnostik.

Seorang pelanggan, yang seharusnya menerima pengiriman SUV listrik XC40 Recharge pada akhir Februari, diberitahu diler jika SUV pesanannya kemungkinan tidak bisa keluar dari pelabuhan di Newark, New Jersey hingga pertengahan April.

"SUV listrik XC40 Recharge sudah sampai di Port Newark. Namun, saat ini pengiriman SUV listrik XC40 Recharge akan tertunda karena sistem 'Volvo On Call' belum berfungsi akibat masalah software," demikian email dari layanan pelanggan korporat Volvo yang dikirim pada pertengahan Februari lalu.

"Kami menunggu kabar dari Volvo Swedia tentang pembaruan terakhir untuk mobil-mobil di pelabuhan,' lanjut email itu.

Tidak jelas berapa banyak SUV XC40 Recharge yang saat ini terparkir di pelabuhan menunggu perbaikan software. Namun, pelanggan di forum Volvo telah berbagi pesan serupa dan melaporkan mobil terjebak di pelabuhan di New York, Maryland, dan California. Beberapa pembeli, terutama di Eropa, telah melaporkan menerima pengiriman kendaraan tersebut, yang mulai meluncur dari jalur produksi Volvo akhir tahun lalu.

Russell Datz, manajer hubungan media nasional Volvo untuk pasar AS, tidak menanggapi pertanyaan secara spesifik terkait penundaan akibat perangkat lunak tersebut. 

"Waktu pengiriman XC40 Recharge oleh pelanggan AS tidak berubah dari jadwal awal Q1 (kuartal pertama) 2021," tulisnya dalam email.

Pekan lalu, Volvo mengeluarkan pembaruan perangkat lunak over-the-air pertama untuk pelanggan SUV listrik XC40 Recharge yang sudah ada yang mencakup 'perangkat lunak dasar baru untuk sistem elektronik utama mobil, peningkatan kecepatan pengisian daya, dan jarak berkendara yang lebih baik', serta 'perbaikan bug propulsi penting terkait keselamatan' yang tidak ditentukan. 

Datz menolak untuk mengatakan apakah ini terkait dengan fitur 'Volvo On Call' yang tidak berfungsi pada SUV listrik XC40 Recharge yang saat ini terparkir di pelabuhan.

"Volvo baru tidak lagi dalam kondisi terbaiknya saat meninggalkan pabrik, tetapi terus meningkat seiring dengan diluncurkannya pembaruan OTA tambahan," tulis perusahaan dalam siaran persnya.

Volvo bukan pembuat mobil pertama yang mengalami masalah dengan kendaraan listrik pasar massal pertamanya, terutama masalah perangkat lunak. Mobil listrik produksi massal pertama Volkswagen, yakni ID 3, juga mengalami penundaan pada 2020 dan akhirnya dirilis dengan software yang tidak sempurna. 

Produsen mobil lain telah mengalami masalah yang jauh lebih serius, seperti General Motors dan Hyundai, yang baru-baru ini menerima sejumlah laporan dan melakukan penarikan kembali puluhan ribu unit kendaraannya akibat masalah pada baterai. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK