Mengenal Proses Terjadinya Tumor atau Kanker

Kanker adalah istilah untuk penyakit yang disebabkan oleh pembelahan sel rusak atau sel abnormal yang membelah tanpa kontrol lalu menyebar ke jaringan lain.

Ilustrasi sel kanker

Nusantaratv.com – Saat dokter memvonis seseorang menderita tumor, tentu akan timbul kecemasan dan ketakutan pada pasien bersangkutan. Vonis itu menyebabkan bayangan kematian seakan nampak di depan mata mereka. Terlebih apabila tumor itu ternyata ganas dan mengarah ke kanker.

Kanker adalah istilah untuk penyakit yang disebabkan oleh pembelahan sel rusak atau sel abnormal yang membelah tanpa kontrol lalu menyebar ke jaringan lain. Sel kanker dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui darah dan sistem limfe.

Selama ini kanker diberi nama sesuai dengan tempat di organ tubuh yang terkena. Misalnya kalau yang terkena di usus besar, maka dinamai kanker usus besar, jika terkena di payudara dinamai dengan kanker payudara.

Baca Juga: Ciri-ciri Kanker Lambung

Meski dikenal ganas, kanker tidak terjadi dalam waktu seketika. Sebuah sel normal berubah menjadi sel kanker membutuhkan waktu yang cukup panjang. Dengan kita mengetahui proses pembentukannya dan faktor-faktor yang menjadi pemicunya, diharapkan kita bisa melakukan pencegahan.

Ilustrasi sel kanker

Dalam tubuh kita ini seluruhnya terdapat jaringan pembuluh darah dan pembuluh limfa. Anggota badan tersusun dari sel-sel yang berukuran kecil (seperseratus mili meter), dan memiliki bentuk yang hampir sama, meski memiliki fungsi yang berbeda.

Seperti sel darah putih, yang berfungsi melawan kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh. Sel darah merah, berfungsi mengangkut oksigen dalam darah. Keping darah berfungsi untuk membekukan darah supaya tidak terjadi pendarahan.

Didalam sel terdapat organel yang salah satunya, adalah inti sel yang berisi gen atau DNA. DNA adalah materi genetika yang dikenal sebagai pembawa sifat keturunan. Kanker berasal dari satu sel gen yang mengalami kerusakan.

Baca Juga: Ronaldo Berikan Donasi Kepada Bocah Penderita Kanker

Sel gen yang rusak, dapat menjadi liar dan berkembang tanpa henthttps://www.nusantaratv.com/hari-kanker-sedunia-kenali-gejala-penyakitnyai. Sehingga dari yang tadinya satu sel dapat berkembang menjadi jutaan sel dan membentuk jaringan baru. Jaringan baru yang terbentuk biasa disebut dengan tumor atau kanker (kanker istilah untuk tumor ganas).

Gen dalam sel ada yang disebut gen kanker (oncogen), gen penekan tumor (tumor suppressor gen), dan gen yang bertugas memperbaiki gen yang rusak, yaitu repair gen. Bila salah satu dari gen tersebut mengalami kerusakan, maka bisa menjadi kanker.

Ilustrasi sel kanker

Kerusakan gen atau bisa disebut juga dengan mutasi gen, dapat terjadi melalui beberapa cara, baik secara internal maupun eksternal.

Faktor Internal
Terjadi kesalahan replikasi pada saat sel-sel yang mati diganti oleh sel yang baru.

Merupakan kesalahan genetika yang diturunkan dari orang tua. Kesalahan ini biasanya mengakibatkan kanker pada usia dini. 

Bila seorang ibu mengidap kanker payudara, tidak serta merta semua anak gadisnya akan mengalami hal yang sama, karena sel yang mengalami kesalahan genetik harus mengalami kerusakan lebih dulu sebelum berubah menjadi sel kanker. Hanya saja individu pembawa sel genetika yang salah, memang lebih beresiko terkena kanker daripada yang tidak memiliki mutasi gen yang salah.

Faktor mutasi gen secara internal, tidak dapat dicegah, namun untuk faktor eksterenal dapat dicegah. Menurut WHO, 10% - 15% kanker, disebabkan oleh faktor internal dan 85%, karena faktor eksternal. Jadi, meski tidak 100%, kanker dapat kita cegah atau hindari dengan menghindari faktor eksternalnya.

Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang dapat merusak gen adalah virus, polusi udara, makanan, radiasi, dan dari bahan-bahan kimia, baik bahan kimia yang ditambahkan pada makanahttps://www.nusantaratv.com/febby-febiola-akhirnya-terbebas-dari-kanker-ovariumn, maupun yang berasal dari polusi.

Baca Juga: Hari Kanker Sedunia: Kenali Gejala Penyakitnya

Faktor eksternal yang dapat merusak gen adalah virus, polusi udara, makanan, radiasi, dan berasal dari bahan kimia, baik bahan kimia yang ditambahkan pada makanan, maupun bahan kimia yang berasal dari polusi.

Ilustrasi sel kanker

Bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan, seperti pengawet dan pewarna makanan.

Cara memasak juga dapat mengubah makanan menjadi senyawa kimia yang berbahaya. Daging atau ikan yang dipanggang hingga gosong, mengandung zat kimia seperti benzo-a-piren, amin heterosoklik, dioxin, dll.

Kuman yang hidup dalam makanan juga dapat menyebarkan racun, misalnya racun aflatoksin pada kacang-kacangan, sangat erat hubungannya dengan kanker hati.

Baca Juga: Febby Febiola Akhirnya Terbebas dari Kanker Ovarium

Makin sering tubuh terserang virus makin besar kemungkinan sel normal menjadi sel kanker.

Proses detoksifikasi yang dilakukan tubuh, dalam prosesnya sering menghasilkan senyawa yang lebih berbahaya bagi tubuh, yaitu senyawa yang bersifat radikal atau korsinogenik. Zat korsinogenik dapat menyebabkan kerusakan pada sel.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK