Menag Ingatkan Prokes Ketat Saat Ibadah Ramadan

Agar penularan corona tak semakin luas

Ibadah semasa pandemi. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan umat Islam tentang surat edaran (SE) yang dikeluarkan  pihaknya terkait panduan ibadah di bulan Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah.

Salah satu poin surat edaran itu mengatur ibadah Ramadan seperti Salat Tarawih berjamaah, itikaf hingga kultum yang dihadiri secara massal di masjid saat pandemi tak diperkenankan di zona merah dan oranye.

"Aturan ini tidak berlaku bagi daerah zona merah dan oranye. Zona itu tidak boleh untuk amaliyah selama Ramadan secara massal," kata Yaqut saat menggelar konferensi pers, Senin (12/4/2021).

Yaqut mengatakan edaran itu mengatur ibadah di Bulan Ramadan secara massal bisa digelar di wilayah kuning dan hijau penyebaran corona.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pelbagai protokol kesehatan yang diatur dalam edaran tersebut tetap ditetapkan saat beribadah.

"Selama ramadan, ibadah-ibadah yang menyertainya seperti tarawih, itikaf, kultum, akan ada pembatasan-pembatasan dengan prokes. Jadi tarawih boleh, tapi batas [kapasitas] 50 persen," kata Yaqut.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengajak kepada seluruh umat Islam tetap meningkatkan amal ibadah Ramadan di tengah pandemi.

Ia pun mewanti-wanti kepada umat Islam untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat beribadah di masjid karena pandemi belum berakhir .

"Harus tetap waspada. doakan bangsa ini segera berlalu dari covid, tatap masa depan lebih baik dengan doa," kata dia.

Menteri Agama telah mengeluarkan Surat Edaran bernomor 04 Tahun 2021 yang diteken pada 8 April 2021.

Pada intinya, edaran tersebut mengatur kegiatan dalam bukan Ramadan seperti tarawih berjamaah, buka puasa bersama, itikaf, kultum, Nuzulul Quran tetap bisa dilaksanakan di zona hijau dan kuning.

Meski demikian, pelbagai kegiatan itu arus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan. Sementara di zona merah dan oranye kegiatan yang digelar secara massal di masjid dilarang.

Pengurus dan pengelola masjid/musala sebagaimana juga wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jemaah, seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing.

Dalam kesempatan konferensi pers yang sama, Ketua MUI Abdullah Jaidi mengucap syukur lantaran Ramadan kali ini beberapa wilayah diizinkan menggelar ibadah rutin ramadan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19.

"Syukur kepada Allah, bahwa tahun ini wilayah yang zona hijau dan kuning itu diperbolehkan untuk ibadah tarawih dan solat idul fitri nanti, tapi tetap memperhatikan prokes," kata Jaidi.

Dalam kesempatan itu, Jaidi juga menjelaskan keputusan satu ramadan yang telah dipastikan jatuh pada Selasa (13/4/2021) besok diambil setelah 13 orang yang terdiri dari berbagai unsur ikut melakukan pemantauan hilal dan sama-sama melihat hilal Ramadan.

Setelah itu, keputusan penetapan satu ramadan pun segera diambil oleh ke-13 orang tersebut tanpa berlama-lama.

"Tidak kita berlama-lama lagi memutuskan bahwa satu ramadan, puasa mulai esok, malam ini sahur, tarawih," kata Jaidi.

Lebih lanjut kata Jaidi, dia juga kembali mengingatkan perihal pelaksanaan vaksinasi bagi umat islam yang tengah menjalankan puasa. MUI kata dia, memang telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksinasi tetap bisa dilakukan saat berpuasa.

Hanya saja menurut dia, vaksinator tetap harus memperhatikan kesiapan dan kesehatan dari warga yang akan divaksin selama puasa.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK