Lima Tahun ke Depan, Penjualan Kendaraan Energi Baru China Tumbuh Lebih dari 40 Persen per Tahun

China Dapat Memperpanjang Pembebasan Pajak Atas Pembelian Kendaraan Energi Baru Setelah 2022.

Ilustrasi kendaraan energi baru. (Reuters)

Nusantaratv.com - Penjualan kendaraan energi baru (NEV) China diperkirakan bakal tumbuh lebih dari 40 persen per tahun dalam lima tahun ke depan.

Hal itu dikatakan pejabat senior di Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) pada Jumat (18/6/2021), seperti dikutip dari Reuters.

Wakil Ketua Eksekutif CAAM, Fu Bingfeng, membuat pernyataan pada konferensi yang digelar badan industri di Shanghai, China.

Presentasi Fu menunjukkan CAAM memperkirakan penjualan NEV, termasuk kendaraan listrik baterai, plug-in hybrid dan sel bahan bakar hidrogen, mencapai 1,9 juta unit tahun ini, dan 2,7 juta unit kendaraan pada 2022.

Produsen NEV, seperti Tesla, Nio, Xpeng, dan BYD, memperluas kapasitas produksi di China, didorong oleh promosi pemerintah untuk menghadirkan kendaraan yang ramah lingkungan sekaligus bisa mengurangi polusi.

China dapat memperpanjang pembebasan pajak atas pembelian NEV setelah 2022 untuk mendukung pengembangan sektor ini, Wan Gang, penasihat kebijakan industri pemerintah tingkat tinggi yang sering disebut di media pemerintah sebagai 'bapak kendaraan listrik (electric vehicle/EV)' China itu, mengatakan pada konferensi CAAM.

Di sisi lain, saham perusahaan terkait NEV China naik setelah perkiraan ini. Misalkan, saham produsen baterai teratas China yakni CATL naik 3,7 persen. Kemudian, Hunan Zhongke Electric Co Ltd., Ningbo Rongbay New Energy Technology Co Ltd., Guangzhou Tinci Materials Technology Co Ltd., dan BYD naik antara 2,9 persen hingga 10 persen.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK