Perlu Persiapan Matang Agar Pariwisata Bisa Lebih Kompetitif di Tatanan New Normal

Menparekraf Melihat Potensi Era Digital Ini Juga Ada Pada Sektor Terutama Bagian Promosinya.
Adiantoro - Lifestyle,Jumat, 29-05-2020 14:56 WIB
Perlu Persiapan Matang Agar Pariwisata Bisa Lebih Kompetitif di Tatanan New Normal
Menparekraf Wishnutama. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama, menyampaikan sebagai sektor paling terdampak, pariwisata perlu dipersiapkan matang agar bisa lebih kompetitif di era new normal dengan berbagai macam kebutuhan baru.

Dia juga menyampaikan sektor pariwisata termasuk yang paling terdampak karena virus corona (COVID-19), namun data persisnya masih menunggu hasil laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Waktu persiapan tahapan-tahapan yang diperlukan, menurut Wishnutama, kembali tergantung pada daerah masing-masing. "Ada daerah yang betul-betul sudah siap dengan detail segala sesuatunya dan tentunya itu menjadi salah satu tolok ukur kita juga. Tetapi sekali lagi, ini kan sebuah persiapan," kata Wishnutama, dilansir dari laman setkab.go.id, Jumat (29/5/2020).

Kurang lebih pada saat nanti dinyatakan bisa di satu daerah, ungkap di, itu berarti semua harus melalui tahapan tersebut. "Kalau saya sih hitung-hitung sederhana, persiapan pelaksanaan tahapan-tahapan itu kurang lebih 1 bulan dari hari dikatakan daerah, 'Oke', daerah ini kita rencanakan untuk dibuka," lanjutnya.

Bukan 1 bulan dari sekarang, lanjut Menparekraf, tapi 1 bulan kurang lebih daripada saat ditentukan daerah tersebut bisa dibuka. Pada kesempatan itu, Menparekraf juga menjelaskan bukan hanya wisata alam yang dipersiapkan karena berbagai macam yang harus disiapkan di sektor pariwisata.

Dia menambahkan ada dari restoran, hotel, berbagai macam jenis wisata dan lain sebagainya yang terkait dengan hal itu. "Ini semua sudah kita persiapkan dan kita dalam tahap sinkronisasi dan harmonisasi dengan K/L lain maupun dengan Gugus Tugas. Sekali lagi, ini harus kita koordinasikan dengan Gugus Tugas karena itu sangat penting," tutur Menparekraf.

Baca Juga: Pemerintah Jaga Eksistensi Pariwisata Indonesia di Pasar Asia Timur

Untuk komunikasi dengan maskapai Garuda, Wishnutama mengaku telah berkoordinasi untuk mempersiapkan berbagai macam paket-paket, termasuk dengan hotel-hotel juga, wisata nantinya dengan harga yang sangat menarik.

Di era pandemi COVID-19 ini, menurut Menparekraf, era digitalisasi sektor ekonomi kreatif terakselerasi jauh lebih cepat daripada yang seharusnya. Oleh karena itu, Menparekraf melihat potensi era digital ini juga ada pada sektor terutama bagian promosinya, bagaimana melakukan promosi.

"Ke depan fokus kita memang promosi itu banyak melibatkan platform atau melalui digital, Karena itu akan lebih efektif karena bisa lebih spesifik," jelas Menparekraf.

Misalnya, lanjut Menparekraf, wisata alam, itu juga bisa lebih spesifik target marketnya. Untuk yang suka wisata alam, yang suka diving, yang suka pantai, menurut Menparekraf, nanti strategi promosi lebih ke arah seperti itu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), terang Menparekraf, juga sudah pernah menyampaikan, kalau misalnya ada penambahan kasus positif COVID-19, maka diberhentikan lagi dan jika ada yang melanggar, maka Kemenparekraf akan berkoordinasi dengan Pemda.

Jangan sampai ada yang melanggar. Ini harus disiplin sekali menurut saya. Pelaksanaan SOP ini atau protokol ini harus betul-betul disiplin. Dari airport-nya, dari hotelnya, dari segala macam," imbuhnya.

Lebih lanjut, Menparekraf  menyebut harus punya konsekuensi yang tinggi, kalau perlu misalnya izinnya dicabut kalau melanggar atau tidak mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan.

Diakui Menparekraf, memang segala sesuatu harus disiapkan betul dengan detail, dengan hati-hati, seperti disampaikan Presiden agar jangan terburu-buru.

Tentunya perlu tahapan-tahapan, tambah Menparekraf, yang harus betul-betul dilalui, diperhatikan, di-review tahapan-tahapan tersebut sehingga saatnya nanti dibuka atau mulai buka secara bertahap, confidence-nya ada.

"Itu salah satu bagian daripada strategi promosi kita, bagaimana kita gaining confidence. Kurang lebih demikian," tukas Menparekraf.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0