Pengelola Destinasi Diajak Tata Ulang Tempat Wisata Selama Pandemi Corona

Kemenparekraf Mengajak para Pengelola Destinasi Wisata untuk Menata Ulang Tempat Wisata di Tengah Pandemi Corona
Rayza Nirwan - Lifestyle,Rabu, 06-05-2020 04:47 WIB
Pengelola Destinasi Diajak Tata Ulang Tempat Wisata Selama Pandemi Corona
Destinasi wisata Raja Ampat/ Kemenparekraf

Jakarta, Nusantaratv.com - Ditutupnya Destinasi Wisata terkait pandemi COVID-19 harus menjadi momentum bagi para pengelola destinasi di tanah air untuk dapat mengevaluasi dan menata ulang tempat wisatanya sehingga menghadirkan kesan yang lebih baik untuk wisatawan termasuk mulai menerapkan pariwisata berkelanjutan.

Terlebih akan hadirnya kondisi 'New Normal' atau tren baru dalam berwisata pascapandemi, dimana wisatawan akan lebih memperhatikan protokol-protokol wisata, terutama yang terkait dengan kesehatan, keamanan, kenyamanan, sustainable and responsible tourism, authentic digital ecosystem, dan lainnya.

"Hal-hal seperti ini akan menjadi platform kita ke depan, bagaimana pariwisata berkelanjutan jadi sebuah konsekuensi dari bagian pengembangan pariwisata," ujar Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Frans Teguh pada (4/5/2020).

Baca Juga: Sambut Bali Jadi Pulau Terpopuler Sedunia

Frans menjelaskan, dalam penerapan pariwisata berkelanjutan sudah terdapat pedoman-pedoman yang dikeluarkan oleh Global Sustainable Tourism Council. Indonesia juga secara aktif berkoordinasi dengan UNWTO hingga terbentuknya Indonesia Sustainable Tourism Council (ISTC).

Bahkan pemerintah juga telah menyusun pedoman dalam penerapan pariwisata berkelanjutan yakni melalui Permenpar Nomor 14 tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

Kemenparekraf pun telah memiliki framework serta action plan hingga sertifikasi yang bekerja sama dengan universitas. Dimana usaha tersebut diharapkan dapat menumbuhkan sustainable tourism destination di berbagai daerah tanah air.

"Hasilnya, sudah banyak sebenarnya penggiat pariwisata, pelaku desa wisata, serta komunitas yang telah berhasil menerapkan pariwisata berkelanjutan sehingga dapat memberikan nilai tambah dalam perkembangan ekonomi maupun pengembangan secara umum," kata Frans.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0