Pariwisata Berkelanjutan Dinilai Jadi Aspek Penting pada Era New Normal

Pemerintah Menilai Bahwa Pariwisata Berkelanjutan Dapat Menjadi Aspek Penting di Era Normal Baru
Rayza Nirwan - Lifestyle,Selasa, 02-06-2020 14:56 WIB
Pariwisata Berkelanjutan Dinilai Jadi Aspek Penting pada Era New Normal
Pura Ulun Danu Beratan, Bali/ Shutterstock.com

Jakarta, Nusantaratv.com - Pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism dinilai sebagai aspek terpenting bagi pengembangan sektor pariwisata di era kenormalan baru atau New Normal pasca pandemi COVID-19.

Aspek tersebut diterapkan seiring kebijakan protokol kesehatan yang ditunjang oleh kesiapan-kesiapan di daerah-daerah tujuan wisata.

Plt Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Frans Teguh menjelaskan, pariwisata berkelanjutan akan menjadi sebuah pilihan dan konsekuensi dari bagian pengembangan pariwisata, setelah pandemi COVID-19.

"Ke depan yang perlu kita perkuat yakni bagaimana pariwisata berpusat kepada manusia atau people-centered tourism atau community based tourism yang mencakup  peningkatan diversifikasi produk, pelayanan sesuai dengan kebutuhan perilaku masyarakat, pola pelayanan seta upaya meningkatkan kekuatan kearifan lokal yang akhirnya menjadi unique selling point," ujar Frans saat Webinar dengan Asosiasi Profesor Indonesia (API) Senin (1/6/2020).

Baca Juga: Menparekraf Persiapkan Implementasi Protokol Kenormalan Baru Pariwisata

"Hal itu yang harus dijaga, dirawat  dan dikelola dengan dukungan kualitas sumber daya manusia ke depan. Selain itu perlu diterapakan nilai keberlanjutan domestik seperti resiliens dan kearifan lokal, serta pariwisata yang berkeseimbangan," tambah Frans.

Lebih lanjut, Frans mengambil contoh Pulau Bali, yang diharapkan menjadi provinsi yang siap apabila di buka sektor pariwisatanya secara bertahap. Karena relatif mulai lebih aman dan trend menunjukkan pengendalian dan penanganan krisis ini sesuai dengan protokol kesehatan dan keselamatan.

"Bali menjadi model atau contoh untuk menjadi model nasional. Bagaimana masyarakatnya memiliki kesadaran kolektif yang relatif tinggi, dan selalu belajar dari krisis ke krisis, selalu masih berupaya mempertahankan  keseimbangan," kata Frans.

Frans juga menjelaskan, untuk menerapkan pariwisata berkelanjutan lebih luas dibutuhkan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan pariwisata. Saat ini, para pihak pariwisata memiliki momentum untuk untuk membenahi, menata dan menyiapkan strategi dan langkah reopening atau rebound pemulihan pariwisata.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0