KKP Lepasliarkan 107 Ekor Penyu di Kawasan Konservasi Kapoposang

Pelepasliaran 107 Ekor Penyu di Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang, Kupang
Rayza Nirwan - Lifestyle,Jumat, 29-05-2020 09:15 WIB
KKP Lepasliarkan 107 Ekor Penyu di Kawasan Konservasi Kapoposang
Pelepasan anak penyu di Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang/ KKP

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Konservasi Kawasan Perairan Nasional (BKKPN) Kupang melakukan monitoring pendaratan Penyu di Taman Wisata Perairan (TWP) Kepulauan Kapoposang. Dalam pelaksanaannya, unit pelaksana teknis (UPT) dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) tersebut melibatkan peran serta masyarakat sekitar kawasan konservasi.

Dari hasil monitoring ditemukan 3 induk penyu, yaitu 2 induk penyu hijau dan satu penyu sisik yang mendarat dan bertelur. Petugas mencatat ada 2 lubang telur telah menetas sebanyak 64 tukik penyu hijau, dan sebanyak 43 tukik penyu sisik. Terhadap tukik yang telah menetas dilakukan pelepasliaran oleh tenaga lapangan dan kelompok masyarakat binaan BKKPN Kupang.

Direktur Jenderal PRL Aryo Hanggono menyampaikan bahwa Semua jenis penyu laut di Indonesia telah dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Baca Juga: Nasib Gorila Gunung di Afrika Saat Pandemi Coronavirus

Selain itu, Permen LHK No. 20 tahun 2018 tentang jenis dan satwa yang dilindungi dan Permen LHK No. 106 tahun 2018 tentang perubahan Permen LHK No. 20 tahun 2018 menyatakan bahwa 6 jenis penyu tergolong satwa yang dilindungi oleh Undang-Undang. Badan Konservasi Dunia IUCN yang juga memasukan penyu ke dalam kategori terancam punah.

KKP dalam rangka melakukan penertiban terhadap pemanfaatan penyu dan turunannya juga menerbitkan Surat Edaran No. SE 526 tahun 2015 tentang Pelaksanaan Perlindungan Penyu, Telur, Bagian Tubuh, dan/atau Produk Turunannya.

“Ancaman terhadap penyu adalah perdagangan baik dalam bentuk daging, telur ataupun bagian tubuhnya. Ini berarti segala bentuk perdagangan penyu baik dalam keadaan hidup, mati maupun bagian tubuhnya itu dilarang" kata Aryo di Jakarta, (27/5/2020).

"Sudah sepatutnya bagi kita untuk menjalankan ketentuan berlaku dan melakukan tindakan preventif untuk mengurangi ancaman keberlangsungan hidup penyu, dan itu merupakan tanggung jawab kita sebagai pengelola kawasan konservasi" tambah Aryo.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0