Indonesia Juga Punya ‘Laut Mati’, Destinasi Wisata di Pulau Rote

Indonesia juga memiliki laut mati yang berada di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.
Supriyanto - Lifestyle,Kamis, 15-10-2020 19:26 WIB
Indonesia Juga Punya ‘Laut Mati’, Destinasi Wisata di Pulau Rote
'Laut Mati' Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur

Nusantaratv.com - Sangat kita mendengar nama Laut Mati, tentu bayangan kita langsung tertuju ke Timur Tengah, Israel atau Yordania. Padahal nyatanya, Indonesia juga memiliki laut mati yang berada di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Yang membedakan keduanya adalah, laut mati di Yordania adalah danau dengan kadar air asin yang cukup tinggi, sehingga membuat orang bisa terapung tanpa menggunakan pelampung dan tak ada ikan yang hidup di dalamnya.

Sementara laut mati di Pulau Rote, adalah teluk yang airnya payau. Air payau itu adalah perpaduan antara air laut dan air tawar.

Secara geografis, seperti disebut pada laman resmi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, objek wisata laut mati ini, terletak di Dusun Sipuk, Desa Sotimori, Kecamatan Landu, Leko. Sotimori adalah salah satu dari 10 desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao.

Dengan bentangan luas sekitar 12 kilometer persegi, suasana laut mati ini lebih sunyi ketimbang objek wisata laut lainnya. Jarak objek wisata ini dengan Laut Sawu ada sekitar satu kilometer dihitung dari bibir laut mati bagian utara.

Keunikan lainnya dari laut mati di Rote ini adalah pasirnya berasal dari kulit kerang atau keong, serta ikan-ikan yang umumnya hidup di air tawar dapat hidup dan berkembang di kawasan perairan laut mati ini.

Jika ingin menyambangi Pulau Rote melalui jalur udara, bisa dilakukan melalui Kota Kupang dari Bandara El-Tari menuju Bandara Lekunik, Rote. Sahabat Nusantaratv.com bisa terbang dengan layanan Trans Nusa dan Susi Air, dengan ongkos sekitar Rp200-300 ribuan, sekali terbang.

Dalam seminggu penerbangan tersedia tiga kali, Senin, Rabu dan Jumat/Sabtu. Namun jadwal dapat berubah bergantung situasi dan kondisi cuaca tentunya.

Tapi jika hendak memilih jalur laut, ada dua pilihan. Pertama, menggunakan kapal Ferry Roro atau kapal cepat. Ferry Roro bertolak dari Pelabuhan Bolok, Kupang hingga tiba di Pelabuhan Pantai Baru, Rote, bisa memakan waktu tempuh sekitar 3-4 jam.

Kalau menggunakan kapal cepat, dari Pelabuhan Tenau, Kupang, jarak tempuh hanya 1,5-2 jam saja. Tentunya perjalanan laut itu juga bergantung pada situasi gelombang laut.

Kalau ingin melalui jalur darat, Dari pelabuhan Pantai Baru, Rote bisa langsung menuju kota Ba’a yang berjarak sekitar 80 kilometer. Dan waktu tempuhnya berkisar 1,5 hingga 2 jam perjalanan. Jalanannya pun relatif cukup mulus.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0