Hotel dan Restoran di Makassar, akan Terima Dana Hibah

Syarat yang harus dipenuhi pihak hotel dan restoran antara lain harus sesuai database wajib pajak hotel dan restoran tahun...
Supriyanto - Lifestyle,Selasa, 17-11-2020 15:50 WIB
Hotel dan Restoran di Makassar, akan Terima Dana Hibah
Kepala Dinas Pariwisata kota Makassar, Rusmayani Madjid.

Nusantaratv.com, Makassar - Hotel, restoran dan tempat wisata menjadi pihak yang paling terdampak dengan adanya pandemi covid-19. Seperti yang terjadi di Kota Makassar, ratusan hotel dan restoran mengalami dampak yang sangat signifikan.

Melihat kondisi seperti itu, Pemerintah pun turun tangan, rencananya pemerintah akan memberikan bantuan agar perputaran ekonomi di Makassar tetap berjalan. Ratusan hotel dan restoran akan menerima dana hibah pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dana tersebut diberikan untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) selama pandemi Covid-19.

Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Rusmayani Madjid pada Senin (16/11/2020). Jumlah dana hibah yang akan diberikan sebesar Rp48,8 miliar. Dana sebesar itu akan dibagikan kepada hotel, restoran dan biaya operasional pemerintah daerah yang terdampak ekonominya akibat pandemi corona.

Baca Juga: Aktivitas Merapi Meningkat, Radius Jarak Aman 5 Kilometer

“Dari Rp48,8 miliar yang disiapkan tersebut, 70 persen akan diberikan kepada hotel dan restoran. Sedangkan, 30 persen lagi untuk pemerintah daerah dan biaya operasional. Dananya akan ditransfer langsung ke rekening,” kata Rusmayani.

Jumlah Hotel di Makassar tercatat sekitar 400-an yang akan menerima bantuan dana hibah. Namun, sebelum menerima bantuan tersebut, beberapa persyaratan harus dilengkapi pihak hotel terlebih dahulu.

Syarat yang wajib dipenuhi pengelola hotel untuk mendapatkan dana hibah tersebut diajukan ke kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Makassar, Jalan Urip Sumoharjo mulai 24 November hingga 23 Desember 2020.

“Total hotel ada sebanyak 400 dan restoran ada 200, tapi kita belum verifikasi karena belum mendaftar semua,” tambah Rusmayani.

Syarat yang harus dipenuhi pihak hotel dan restoran antara lain harus sesuai database wajib pajak hotel dan restoran tahun 2019, masih berdiri dan beroperasi hingga pelaksanaan dana hibah pariwisata pada bulan Agustus 2020.

Kemudian memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang masih berlaku, serta membayarkan dan memiliki buku pembayaran PHPR tahun 2019.

“Pengurusan dilakukan tanpa menggunakan calo. Datang saja langsung ke kantor dinas karena saya tidak mau ada calo yang memungut biaya. Ini tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Baca Juga: Gas Melon Mulai Langka di Tangerang

Terkait jumlah dana hibah yang bisa diperoleh tiap hotel dan restoran akan bervariasi. Bergantung dari pajak pada 2019 lalu. Jumlah hibah akan ditentukan oleh Bapenda.

“Masing-masing tergantung pajak yang dibayar sejak Januari sampai Desember 2019. Nanti dihitung oleh Bapenda jadi nilainya beda-beda. Yang paling penting adalah ada tanda daftar pariwisata,” katanya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0