Hajatan Dieng Culture Festival 2020 Digelar Virtual

Serangkaian Acara DCF 2020 Dilaksanakan Secara Tertutup Dengan Undangan Terbatas.
Adiantoro - Lifestyle,Kamis, 17-09-2020 15:18 WIB
Hajatan Dieng Culture Festival 2020 Digelar Virtual
Dieng Culture Festival 2020. (Humas Jateng)

Jakarta, Nusantaratv.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo turut menyiarkan live streaming Gelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2020 melalui akun facebook-nya.

Hal itu dilakukan untuk mendukung gelaran tersebut dan mengantisipasi kehadiran pengunjung ke lokasi. Ketua Panitia DCF 2020, Alif Fauzi mengatakan gelaran DCF 2020 yang berlangsung selama dua hari, 16-17 September 2020 tidak perlu disaksikan langsung di lokasi, namun bisa melalui akun media sosial YouTube, Instagram dan Facebook.

Tahun ini DCF digelar secara virtual, penonton bisa akses melalui siaran di media sosial. Waktu audiensi kami memang memohon bisa disiarkan lewat akun Pak Gubernur - ujar Alif, dikutip dari laman humas.jatengprov.go.id, Kamis (16/9/2020).

Serangkaian acara DCF 2020 dilaksanakan secara tertutup dengan undangan terbatas dan menerapkan standar protokol kesehatan yang berlaku.

Baca Juga: Svargabumi Borobudur, Objek Wisata di Tengah Sawah

Tidak ada pengunjung hanya panitia dan tamu undangan. Dan, itu yang di lokasi juga taat protokol kesehatan. Kami kerja sama dengan beberapa pihak - ungkapnya.

Salah seorang tamu undangan, Niken menuturkan penyiaran live akun Gubernur Jateng tersebut turut membantu akses warga untuk menyaksikan jalannya kegiatan tradisi DCF 2020.

Karena memang kondisi pandemi tidak boleh ada kegiatan yang menimbulkan keramaian. Jadi, harus digelar secara virtual. Nah, kalau akun Facebook pak Gubernur ikut menyiarkan itu sangat bagus - ucap Niken.

Selain mempermudah akses, akun dari politisi PDI Perjuangan itu juga memiliki follower yang banyak.

Jadi, kegiatan ini bisa diakses lebih banyak orang meski lewat media sosial - imbuhnya.

Gelaran DCF tahun ini dibuka dengan pertunjukan Sendratari Anak Gimbal, dilanjut webinar dan doa bersama. Malamnya, dua kelompok musik ikut meramaikan panggung 'Jazz Atas Awan' yakni Rubah Di Selatan dan Kailasa. Letto band asal Yogyakarta yang sempat dikabarkan batal tampil, akhirnya tampil memukau.

Hingga dipuncak acara, tradisi ritual pencukuran rambut gimbal (gembel) juga berjalan lancar. Tradisi tahunan yang digelar di Rumah Budaya Dieng itu dimulai dengan jamasan sekitar pukul 09.00 WIB dan dipungkasi doa oleh Ketua Adat Dieng, Mbah Sumanto pada pukul 11.35 WIB.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0