Diperparah Pandemi COVID-19, Biro Perjalanan Terancam Aplikasi Tiket 'Online'

Rano Karno Mengaku Pernah Berbisnis Biro Perjalanan Haji dan Umroh.
Adiantoro - Lifestyle,Selasa, 14-07-2020 09:54 WIB
Diperparah Pandemi COVID-19, Biro Perjalanan Terancam Aplikasi Tiket 'Online'
Anggota Komisi X DPR RI Rano Karno. (Jaka/Man)

Jakarta, Nusantaratv.com - Sejumlah biro perjalanan (travel) merasa terancam keberadaannya dengan kemudahan masyarakat yang dapat mengakses berbagai tiket perjalanan maupun hotel melalui aplikasi atau secara online.

Terlebih, di masa pandemi virus corona (COVID-19), biro perjalanan kian terpuruk, karena sepinya pemesanan.

Anggota Komisi X DPR RI Rano Karno mengungkaplan hal ini dalam rapat virtual Panitia Kerja (Panja) Pemulihan Pariwisata Komisi X DPR RI, Senin (13/7/2020). 

Dia mengaku pernah menjalankan usaha biro perjalanan haji dan umroh. Orientasi masyarakat mulai bergeser pada kemudahan fasilitas digital daripada harus hadir fisik memesan tiket.

Saya sendiri pelaksana langsung dari pariwisata ini. Dulu saya punya biro travel haji dan umroh. Dengan hadirnya aplikasi, dunia pariwisata sudah mulai tergeser. Dulu biro travel hidup dari diskon. Sekarang enggak ada lagi diskon, karena sudah bisa pesan tiket online. Kalau dulu booking hotel lewat travel biro, sekarang sudah bisa langsung dengan aplikasi online - ujar politisi PDI Perjuangan itu, dilansir dari laman dpr.go.id.

Rapat Panja Pemulihan Pariwisata ini dipimpin Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian. Panja ingin melihat sejauh mana kesiapan sektor pariwisata untuk bangkit dari keterpurukan karena wabah virus corona. Dunia pendidikan terutama yang menyelenggarakan program studi pariwisata juga dimintai perspektifnya menyambut kondisi normal baru atau new normal.

Guna membangun kembali sektor pariwisata nasional, lanjut Rano, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sedang memfokuskan pada garapan angka kunjungan wisatawan nusantara (wisnus), bukan wisatawan internasional, karena terkait dengan sektor penerbangan yang masih menutup diri dari kunjungan antarnegara. 

Menggarap pasar domestik menjadi keniscayaan - jelas mantan Gubernur Banten itu.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0