Tanda-tanda Kamu Ambyar Tapi Sok Tegar : Hujannya di Luar, Basahnya di Pipi

Mendengar kata-kata ambyar, yang terlintas dipikiranmu pastilah perasaan hati yang sedang tidak bersahabat. Sakit hati,...
Sarah Fiba - Lifestyle,Jumat, 22-11-2019 13:49 WIB
Tanda-tanda Kamu Ambyar Tapi Sok Tegar : Hujannya di Luar, Basahnya di Pipi
Ilustrasi

Mendengar kata-kata ambyar, yang terlintas dipikiranmu pastilah perasaan hati yang sedang tidak bersahabat. Sakit hati, kecewa, pupus harapan, dan masih banyak lagi.

Mungkin beberapa di antara kamu memilih untuk berpura-pura tegar dan baik-baik saja saat kamu menghadapi hal yang sulit dalam hubungan.  Padahal, sudah jelas kamu akan menitikkan air mata ketika kamu pura-pura tegar padahal hatimu ambyar !

Atau sekarang pun sering kita dengar ungkapan " Hujannya di luar, basahnya di pipi". Sebuah ungkapan mendalam dengan sejuta arti apalagi untuk kalian yang benar-benar sedang mengalaminya.

Sakit hati, adalah yang paling umum menjadi penyebab kamu melabeli hatimu tengah ambyar. Sakit hati pun banyak sekali penyebabnya. Sakit hati dengan pasangan bukan lagi hal yang dianggap sepele. Tapi untuk beberapa kasus, itu jelas mengganggu mental dan kesehatanmu.

Baca Juga : Sudah Jelas Terlupakan, Masih Mau Bertahan atau Merelakan?

Saat dilanda sakit hati, seseorang akan terlihat berbeda. Mungkin beberapa tandanya sering kamu alami. Seperti kurang bersemangat memulai hari, tidak gampang tertawa padahal yang disuguhkan di depan kamu adalah komedi tingkat dewa, memutar play list lagu-lagu galau, hingga kamu yang mendadak diam dan gampang meneteskan air mata.

Hal itu wajar dan hampir dialami semua orang ketika galau dan hatinya ambyar. Terlebih untuk beberapa kasus yang mungkin sangat cocok dengan ungkapan "Hujannya di luar,  basahnya di pipi".

Seperti, ketika kamu menjalin hubungan dengan seseorang, di masa - masa 3 bulan pertama, menurutmu itu adalah sumber kebahagiaan yang sudah lama kamu nanti-nantikan. Kamu menjadi begitu diprioritaskan olehnya. Setiap hari, mungkin hanya saat beristirahat kamu akan berhenti berkomunikasi dengannya. Selebihnya kamu dan dia bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengobrol via telepon atau chat. Tak ada rasa bosan walaupun kamu dan dia melakukannya berjam-jam hingga berhari-hari.

Baca Juga : Dia Hilang Tanpa Kabar? Jangan Galau, Coba Balas dengan Cara Ini

Namun seiring berjalannya waktu, kamu mulai menyadari perubahan yang drastis darinya. Dia yang mungkin akan terbiasa untuk tak mengabarimu, dia yang mungkin terbiasa untuk membiarkanmu, hingga sampai pada titik dia mengabaikanmu hingga melupakanmu. Ada yang pernah atau tengah mengalami fase ini? yuk, rapatkan barisan. Kalian tak sendiri. Karena hal itu benar-benar membuat sakit. Ambyarnya pake banget deh !

Kasus lain, saat dia ternyata hanya mempermainkan perasaammu. Ini pedih banget sih! Di awal dia mendekatimu, seolah apapun akan ia lakukan untuk mendapatkanmu. Bahkan, Everest pun mungkin akan ia taklukan demi kamu. Tapi setelah dia sudah menjalin hubungan denganmu, dia membiarkanmu begitu saja. Membuatmu menunggu dengan beribu tanya. Aduh ini nggak kalah bikin ambyarnya..

Berpura-pura tegar padahal hatimu ambyar, bukanlah hal yang baik untuk dibiasakan. Ketika kamu merasakan sakit hati, maka berhentilah untuk berpura-pura bahwa kamu baik-baik saja. Ungkapkan kesedihanmu. Menangislah jika itu melegakanmu.

Tapi jangan juga berlarut -larut, hujan yang deras pun bisa berhenti saat tiba-tiba muncul matahari, maka kamu pun harus demikian. He he he.

Sudah saatnya kamu menemukan seseorang yang benar-benar bisa memperlakukanmu sebagai pasangan. Bukan dalam jangka waktu sementara saja, tapi seterusnya. Berhenti menyakiti banyak hati yang jelas-jelas memperebutkan untuk membahagiakan hatimu. Berhenti mempertahankan seseorang mati-matian yang jelas-jelas dia ha​​nya ingin mematahkan hatimu. Jangan korbankan perasaanmu untuk orang yang tidak layak diperjuangkan!.(Cal)

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
3
love
1
funny
2
angry
1
sad
5
wow
0