Pandemi COVID-19, Angka Perceraian Meningkat

Perceraian Karena Masalah Ekonomi Sebanyak 171 Perkara dan Sisanya Karena Penganiayaan.
Adiantoro - Lifestyle,Selasa, 14-07-2020 10:29 WIB
Pandemi COVID-19, Angka Perceraian Meningkat
Ilustrasi perceraian. (Theladders)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pandemi virus corona (COVID-19) ternyata mengakibatkan persoalan di berbagai sektor kehidupan.

Bukan hanya faktor ekonomi dan pertengkaran terus menerus, wabah COVID-19 juga menjadi pemicu tingginya angka perceraian di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng).

Berdasarkan data Pengadilan Agama Boyolali, tingkat perceraian di Boyolali meningkat. Jumlah pendaftar gugatan terhitung mulai Januari sampai Juni 2020 mencapai 966 perkara, yang diputus dari Januari sampai Juni 2020 mencapai 877 perkara - ujar Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Boyolali, Mubarok, dilansir dari laman boyolali.go.id, Selasa (14/7/2020).

Baca Juga: Minim Sosialisasi, Kuantitas Pernikahan Dini Makin Mengkhawatirkan

Lebih lanjut, Mubarok menjelaskan, angka pendaftaran gugatan cerai di kantor Pengadilan Agama Boyolali mengalami peningkatan sejak pandemi COVID-19. Kasus gugat perceraian ini hampir 80 persen didominasi kaum wanita.

Tingkat perceraian di Boyolali dipicu Karena faktor perselisiha pertengkaran terus menerus sebanyak 522 perkara. Kemudian faktor yang kedua karena meninggalkan di salah satu pihak sebanyak 260 perkara, dan diurutan terakhir masalah ekonomi sebanyak 171 perkara dan sisanya karena penganiayaan - kata Mubarok.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0