Dia Tahu Perasaanmu, Tapi Tidak Mau Tahu

Fase ini membuat sebagian orang mungkin akan berpikir, apakah dia benar-benar tidak tahu?
Sarah Fiba - Lifestyle,Minggu, 16-02-2020 15:06 WIB
Dia Tahu Perasaanmu, Tapi Tidak Mau Tahu
(Pop sugar)

Nusantaratv.com- Dia tahu perasaanmu. Apa yang kamu rasakan, bagaimana keadaanmu, tapi "dia tidak mau tahu".

Fase ini membuat sebagian orang mungkin akan berpikir, apakah dia benar-benar tidak tahu?sehingga ketika kamu sedang tak baik-baik saja, dia tetap saja pada pendiriannya untuk mengabaikanmu?

Bukan, bukan demikian.
Dia paham hatimu, tapi tidak mau memahami. Dia lebih memilih mengabaikan dan bersikeras melupakan. Itu tanda bahwa dia sudah tak lagi menjadikanmu bagian dari hidupnya. Itu bukti bahwa dia tak lagi menaruh khawatir padamu. Dan itulah mengapa kita selalu diingatkan untuk jangan pernah berharap lebih pada manusia. Paham kan sampai sini

Yang sekarang ada dihatinya adalah, rasa bosan yang berujung sikap menghindarimu walau kalian hanya punya waktu berpapasan satu detik saja.

Dia tidak membencimu, itu terlalu menyakitkan. Dia hanya tengah berjuang untuk meninggalkanmu tanpa sedikitpun kamu merasa terluka. Terkadang perasaan memang bisa serumit itu.

Dia tak akan berjiwa pemberani untuk sebatas mengatakan Maaf atau mengajakmu berbicara. Percayalah, yang ada hanya kamu yang akan terus menerus merasakan luka.

Karena karakter manusia yang tak berhati, sampai kapanpun kapanpun akan terus menyakiti.

Mungkin, inginmu adalah bertemu dengannya dan berbicara. Atau sekedar bertanya tentang sikapnya kepadamu yang mendadak berubah. Tapi itu inginmu, bukan dia. Karena sekali lagi, dia tahu perasaanmu tapi tak mau tahu.

Sakit? sudah pasti. Kamu merasa sedang terpenjara dalam perasaanmu sendiri. Di satu sisi, kamu masih terus berusaha bersikap baik padanya. Kamu terus menunjukkan bahwa dia tidak akan tergantikan walau godaan datang tanpa henti. Namun faktanya?  dia tak pernah perduli.

Karena baginya, membuatmu terus bertahan hingga titik lelahmu adalah jawabannya. Ia tak ingin menyakitimu secara langsung dengan berkata dia sudah tak bisa bersamamu atau sekedar "pamit" dan punya jiwa pemberani untuk mengakhiri hubungan dengamu.

Lalu? Bagaimana kamu menguatkan hatimu?

Ikuti saja bagaimana aturan dan alur game yang ingin ia mainkan. Tunggu di mana ujungnya. Sikapi saja dengan santai seolah kamu tengah menghadapi kerikil kecil di depan jalan rumahmu.

Tak perlu libatkan hatimu terlalu jauh. Apalagi memikirkannya secara berlebihan. Fokus saja untuk perbaiki dirimu sendiri. Karena, ada masanya untuk kamu tahu apa yang harus kamu lalukan.

Bercerita dan meminta saran kepada orang lain itu penting, tapi percayalah terkadang orang lain hanya akan memperkeruh suasana apalagi jika saran yang diberikan bertolak belakang dengan perasaanmu.

Anggap semua baik-baik saja, tak usah goyah dengan pertahananmumu. Tembok keyakinan yang sudah kamu bangun untuk memilih dan percaya padanya, jangan kamu biarkan runtuh begitu saja.

Ingat berapa banyak hati yang kamu sakiti hanya demi kamu yang bersikeras memilihnya. Ingat berapa banyak waktu, perasaan, dan pikiran yang kamu korbankan hanya untuk membelanya mati-matian.

Tak perlu ambil pusing akan sikapnya yang menyakitimu tanpa batas, cukup relax dan sikapi dengan sederhana. Jangan pernah sekalipun menaruh benci apalagi dendam padanya. Karena ingatlah, dia pernah menjadi alasanmu untuk tersenyum Karena hal-hal sepele.

Dia pernah menjadikanmu berada di titik paling bahagia. Dia pernah selalu ada untukmu dalam segala kondisi. Dan dia, pernah menjadi alasanmu berubah lebih baik dan membuatmu seperti terlahir kembali.

Jadi, untuk kamu yang sedang di fase ini, Hei! kamu kuat :-)

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1