100 Ribu Calon Pengantin Siap Gelar Pernikahan Virtual

Pernikahan diyakini masih sebagai acara yang sakral mengingat berlangsungnya hanya sekali seumur hidup.
Supriyanto - Lifestyle,Selasa, 17-11-2020 14:20 WIB
100 Ribu Calon Pengantin Siap Gelar Pernikahan Virtual
ilustrasi sepasang pengantin

Nusantaratv.com – Pandemi covid-19 yang belum diketahui kapan berakhir tidak menghalangi banyak pasangan yang hendak melangsungkan gelaran pernikahan.

Gelaran pernikahan di tengah pandemi bisa dilakukan meski secara virtual, atau pernikahan dengan dihadiri oleh keluarga terdekat saja. Founder sekaligus CEO Weddingku, Tono Raharja memperkirakan bakal ada seratus ribu pasangan calon pengantin (catin) yang hendak merencanakan pernikahan secara virtual. 

Jumlah ini didapatkan dari 800 pasangan catin yang telah mendaftar menjadi anggota Weddingku. Selain itu ada 300 ribuan pengunjung website Weddingku di setiap bulannya.

Kembali diizinkannya resepsi pernikahan dengan batasan-batasan tertentu membuat pelaku bisnis di bidang wedding organizer kembali bergairah. Tono pun mengatakan bahwa mereka menggelar pameran pernikahan dengan tajuk Weddingku Virtual Week. Pameran yang digelar mulai 16 November hingga 13 Desember itu bakal diikuti 300 vendor pernikahan dan resort bulan madu di seluruh tanah air.

Baca Juga: Amankah Saat Ini Undang Tamu dan Kumpul Keluarga, Ini Kata Pakar..

Pernikahan diyakini masih sebagai acara yang sakral mengingat berlangsungnya hanya sekali seumur hidup. Karena itu setiap pasangan catin selalu menghadirkan gelaran yang berkesan bagi mereka maupun bagi tamu undangan.

Tono mengungkapkan ke depan pesta pernikahan yang lebih kecil, intim, dan akrab akan menjadi tren di era normal baru. Meskipun begitu dia menjelaskan ballroom hotel berbintang dan wedding venue seperti auditorium serbaguna, restoran, dan tempat sejenis untuk pernikahan tetap tersedia. Selain itu Tono mengatakan destination wedding untuk para catin merencanakan gelaran pernikahan tetap meningkat. ’’Seperti di Bali,’’ jelasnya.

Masyarakat akan mengambil kesempatan untuk melangsungkan pernikahan tanpa meninggalkan protokol kesehatan. Gelaran pernikahan sempat dilarang karena diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Akibatnya banyak acara pernikahan yang tertunda. Kini pemerintah sudah mengizinkan kegiatan pernikahan dengan batasan-batasan tertentu.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0