Yuk Menelisik Sejarah Kue Bulan

Perayaan Festival Kue Bulan Dirayakan di Indonesia Setiap 1 Oktober
Rayza Nirwan - Lifestyle,Kamis, 01-10-2020 22:49 WIB
Yuk Menelisik Sejarah Kue Bulan
Kue bulan/ Shutterstock

Jakarta, Nusantaratv.com - Memasuki perayaan Kue Bulan atau 'Mooncake Festival'. Meskipun tradisi ini aslinya berasal dari negeri tirai bambu, namun perayaan festival kue bulan juga dirayakan di Indonesia oleh para masyarakat keturunan Tionghoa pada 1 Oktober.

Tapi tahukan kalian bahwa ada sejarah mangapa terjadinya festival kue bulan. Festival kue bulan dirayakan setiap tanggal 15 bulan ke-8 menurut kalender imlek.

Menurut kepercayaan rakyat Tionghoa, pada tanggal ini bulan berada di posisi paling dekat dengan bumi, berdampingan dengan batas langit dan bersinar kemerahan, dan dianggap melambangkan bersatunya pria (matahari) dengan wanita (bulan), seperti Yin dan Yang dalam tradisi Tionghoa.

Nggak ada yang tahu pasti asal usul asli dari festival kue bulan. Ada banyak sekali versi sejarah dari kue bulan. Salah satu kisah paling terkenal adalah kisah Hou Yi dan Chang Erl.

Alkisah dahulu kala terdapat sepuluh matahari. Akibatnya selama musim panas terjadi kekeringan dimana-mana. Saking panasnya pepohonanpun mulai mati dan kaisar serta rakyat menjadi kesulitan. Kaisar kemudian mengutus seorang pemanah terkenal bernama Hou Yi untuk memanah sembilan dari sepuluh matahari di langit.

Baca Juga: 

Dengan panah saktinya, tentu Hou Yi berhasil memanah kesembilan matahari tersebut. Karena jasanya ia kemudian diangkat menjadi Pahlawan. Ia kemudian menikahi wanita yang ia cintai, Chang Erl.

Suatu hari, Hou Yi mendapatkan obat mujarab yang bisa membuat orang terbang ke langit dan menjadi dewa dari Ratu Xi Wang Mu. Hou Yi kemudian menitipkan obat tersebut kepada Chang Erl.

Namun, seorang pegawai istana bernama Peng Meng mengetahui kehebatan obat tersebut dan hendak mencurinya ketika Hou Yi tengah meninggalkan Chang Erl sendirian.

Karena sadar ia tak mampu melawan Peng Meng, Chang Erl kemudian menelan obat tersebut sambil mencoba melarikan diri dari Peng Meng. Tanpa disadari tubuhnya mulai terangkat dan ia sampai di Bulan, benda langit terdekat dengan Bumi pada saat itu.

Hou Yi kemudian mengetahui hal tersebut dan menjadi sangat terpukul dan sedih. Ia kemudian mengenang hari itu dengan membuatkan altar untuk mengenang Chang Erl yang sudah menjadi Dewi Bulan.

Sejak saat itulah, masyarakat Tionghoa juga ikut memberikan penghormatan kepada Dewi Bulan melalui Festival Kue Bulan.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0