Jangan Makan Dendeng Berlebihan, Bahaya!

Dendeng merupakan salah satu makanan berbahan daging yang dipotong tipis-tipis lalu dikeringkan.
Supriyanto - Lifestyle,Kamis, 15-10-2020 13:46 WIB
Jangan Makan Dendeng Berlebihan, Bahaya!
Balado Dendeng

Nusantaratv.com - Masih punya banyak stok daging sapi di rumah? 

Jika daging di rumah masih banyak, agar masakan lebih bervariasi, coba kamu olah menjadi dendeng balado khas Padang. Hasil akhirnya, daging sapi yang diiris tipis lalu digoreng ini akan punya tekstur kering dan renyah. Semakin lezat dengan bumbu balado yang bercita rasa pedas.

Dendeng merupakan salah satu makanan berbahan daging yang dipotong tipis-tipis lalu dikeringkan. Makanan ini terbuat dari potongan daging yang direndam dengan berbagai bumbu, saus, dan bahan tambahan lainnya.  

Potongan daging tersebut kemudian melewati berbagai metode pengolahan, mulai dari pengawetan, pengasapan, hingga pengeringan. Dendeng merupakan sumber protein yang kaya akan vitamin dan mineral. Seporsi dendeng (sekitar 28 gram) mengandung berbagai nutrisi berikut: 116 kalori; 7,3 gram lemak; 9,4 gram protein; 3,1 gram karbohidrat; 0,5 gram serat. 

Baca Juga: Ayam Betutu Kuah, Nikmatnya Sampai ke Ubun-ubun, Ini Resepnya

Selain itu, dendeng mengandung vitamin B12; zinc; folat; fosfor; tembaga; zat besi; kalium; magnesium; kolin; selenium; tiamin; niasin; riboflavin. Dendeng juga mengandung sedikit asam mangan, molibdenum, dan pantotenat. Makanan ini dapat bertahan lama sehingga cocok dijadikan stok di rumah atau dibawa saat bepergian.

Meski dendeng bergizi, ada sejumlah risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan makanan ini. Kondisi tersebut dipicu karena mengonsumsi dendeng berlebihan. Satu porsi dendeng (28 gram) mengandung 22 persen dari nilai harian natrium.  

Asupan natrium berlebih bisa membahayakan kesehatan karena memicu hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.  Oleh sebab itu, sebaiknya Anda tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan ini. Dendeng juga tidak cocok dikonsumsi apabila Anda sedang melakukan diet yang membatasi asupan natrium. 

Pemicu risiko lainnya adalah sejumlah penelitian menunjukkan hubungan antara daging olahan dan daging merah yang diawetkan, bisa memicu kanker gastrointestinal yang lebih tinggi.  Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa daging kering yang diawetkan berpotensi terkontaminasi zat beracun mikotoksin, yang diproduksi oleh jamur yang tumbuh pada daging.  Mikotoksin pun dikaitkan dengan risiko terhadap kanker tertentu.

Baca Juga: Rica-rica Daging Sapi

Oleh sebab itu, jika ingin mengonsumsi dendeng, pilihlah produk yang rendah natrium dan tidak melewati banyak proses pengolahan.  Pastikan juga Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan agar terhindar dari berbagai risiko kesehatan. Jangan mengonsumsi dendeng apabila Anda alergi daging. Kondisi ini dapat menyebabkan hidung tersumbat, mual, atau ruam setelah mengonsumsi daging.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0