Dianggap Tidak Sensitif, Perusahaan Perhiasan di Rusia Bikin Liontin Berbentuk Virus Corona

Liontin Berbentuk Virus Corona Dijual Secara Online Seharga Rp333 Ribu.
Adiantoro - Lifestyle,Rabu, 01-04-2020 14:58 WIB
Dianggap Tidak Sensitif, Perusahaan Perhiasan di Rusia Bikin Liontin Berbentuk Virus Corona
Liontin berbentuk virus corona. (Reuters)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pandemik virus corona (COVID-19) melahirkan kreativitas. Tapi tidak sedikit juga yang mengambil keuntungan dari wabah COVID-19 yang telah menyebar secara luas di hampir seluruh negara di dunia.

Salah satunya perusahaan perhiasan di Rusia yang biasa membuat ornamen dengan tema obat dan sains. Mereka terinspirasi untuk memperkenalkan liontin berbentuk virus corona. Tapi sebagian besar orang menuding langkah tersebut dianggap tidak sensitif.

Ketika gambar mikroskopis pertama dari virus corona muncul beberapa bulan lalu, perusahaan perhiasan Dr. Vorobev di Kostroma, berpikir virus berbentuk rumit itu bisa menjadi inspirasi untuk koleksi terbarunya.

Dijual secara online seharga 20 dolar AS (Amerika Serikat) atau sekitar Rp333 ribu, liontin perak virus corona itu berbentuk bulat dengan duri-duri disekelilingnya, serupa dengan virus yang menyebabkan penyakit pernapasan akut COVID-19.

Baca Juga: Brand Mewah Christian Dior Mulai Produksi Masker Wajah Demi Perangi Corona

"Orang-orang mulai membelinya, memposting produk itu di media sosial," kata Pavel Vorobev, pendiri perusahaan, dilansir dari Reuters, Rabu (1/4/2020). 

"Tidak peduli betapa menyedihkan, itu telah menjadi tren. Ini memiliki efek viral," lanjutnya.

Perusahaan ini juga memproduksi liontin berbentuk hati, paru-paru, dan heliks ganda DNA. Sedangkan menanggapi tuduhan tidak sensitif, Vorobev mengatakan liontin ini tidak dibuat dengan maksud memperoleh keuntungan dari krisis global.

"Pengikut kami di media sosial adalah orang-orang terhormat, dokter dan orang-orang yang berhubungan dengan dunia medis," tuturnya.

Dia menambahkan jika sebagian pasien yang pernah terjangkit virus corona juga membeli liontin untuk menghadiahi staf medis yang merawat mereka.

"Perusahaan saat ini berencana untuk menyumbangkan bros berbentuk virus corona kepada para dokter yang bekerja keras untuk menghentikan penyebaran virus corona," cetus Vorobev. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
1
sad
0
wow
1