Pengguna WhatsApp Dikenakan Pajak 30 Ribu, Ribuan Warga Demo Turunkan Pemerintah

Beberapa pengunjuk rasa mengatakan mereka akan tetap berada di jalan sampai pemerintah mengundurkan diri
Pengguna WhatsApp Dikenakan Pajak 30 Ribu, Ribuan Warga Demo Turunkan Pemerintah
Ini adalah unjuk rasa terbesar sejak demo mengenai sampah pada 2015 (foto: BBC)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah Lebanon mengusulkan pajak harian Rp 30 ribu bagi penggunaa WhatsApp, sontak membuat ribuan warga Lebanon turun ke jalan setelah adanya krisis ekonomi bertahun-tahun. Jalan utama pun dan sekolah ditutup karena demo berubah menjadi kekerasan. 

Ribuan orang turun ke jalan melampiaskan kemarahan mereka kepada para politisi yang mereka tuduh korup dan salah urus negara sehingga mengalami masalah ekonomi serius.

Protes dimulai dengan beberapa belas orang mendatangi di pusat kota Beirut dengan adanya rencana menerapkan pengenaan pajak sebesar Rp 30 ribu dalam pengiriman pesan di internet termasuk WhatsApp.

Para pengunjukrasa juga menutup jalan di beberapa kota di Lebanon, termasuk kota Tripoli di Utara, Tyre di Selatan dan Baalbek di Timur Laut.

Beberapa pengunjuk rasa mengatakan mereka akan tetap berada di jalan sampai pemerintah mengundurkan diri.

"Pemerintah berusaha membantu warga Lebanon untuk menghindari ambruknya perekonomian," kata Menteri Dalam Negeri Raya al-Hassan kepada media setempat, Jumat (18/10/2019). 

"Bila ada pemerintahan baru yang dibentuk, mereka akan mengambil kebijakan serupa," katanya.

Pengunjuk rasa menutup jalan utama dengan membakar ban dan sampah sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Dengan unjukrasa terus meningkat, Kementerian Pendidikan mengumumkan seluruh sekolah negeri dan swasta serta universitas ditutup hari Jumat.

Menteri Telekomunikasi Mohamed Choucair yang muncul d televisi setelah protes terjadi mengatakan bahwa Perdana Menteri Saad Hariti telah memintanya untuk mencabut usulan pengenaan pajak WhatsApp. 

Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0