Pemerintah Kerja Keras Bangun Kepercayaan Agar Investor Berdatangan

APBN Jadi Stimulan, Presiden Jokowi: Pemerintah Kerja Keras Bangun ‘Trust’ Agar Investor Datang
Pemerintah Kerja Keras Bangun Kepercayaan Agar Investor Berdatangan
Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa/ Setkab

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya akan menjadi stimulan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024. 

"Untuk itu, pemerintah akan bekerja keras membangun trust atau kepercayaan agar investor berbondong-bondong datang ke Indonesia," ujar Presiden Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menjelaskan bahwa tugas pemerintah mungkin lebih memperbaiki dari sisi suplainya, market biarkanlah dijawab oleh market. 

Sementara dalam pembiayaan masa depan, lanjut Menteri PPN, tentu pemerintah akan lebih membuka peluang lebih besar kepada swasta. Sebab, sambung Kepala Bappenas, peranan APBN terutama untuk belanja modal itu kecil sekali di dalam pembentukan modal tetap bruto atau sekitar cuma sekitar 7,6% dari GDP. 

Baca Juga: Indonesia Galang Pebisnis dan Investor AS

"Kalau secara total memang APBN-nya besar, dengan belanja barang dan belanja pegawai. Tetapi saya kira intinya kalau menggerakkan ekonomi adalah salah satunya adalah di belanja modal," kata Menteri PPN.

Menurut Suharso, pemerintah berharap belanja modal ini ke depan yang diharapkan bisa diperoleh dari swasta dengan segala macam skema. Ia menyebutkan, banyak proyek-proyek, merger proyek bisa ditawarkan kepada swasta termasuk untuk pelayanan dasar publik yang sifatnya itu bisa membentuk revenue, yang dengan demikian bisa ditawarkan kepada swasta dengan standar harga yang dapat dicapai oleh masyarakat. 

Jadi ke depan, lanjut Menteri PPN/Kepala Bappenas itu, pemerintah akan tetap bersinergi dan dengan sumber-sumber keuangan yang alternatif, yang lebih inovatif dalam hal ini swasta. Kerja sama, sambung Suharso, seperti PPP yaitu public private partnership, tetap akan diteruskan atau Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan ada juga sumber-sumber pembiayaan dengan model equitas atau equity financing juga akan tetap diteruskan. 

"Ada 41 merger project yang kita akan tawarkan terbuka kepada umum," jelas Menteri PPN.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0