Kontribusi Industri Pengolahan Dalam Kondisi Baik Meski Diterpa Pandemi COVID-19 :: Nusantaratv.com

Kontribusi Industri Pengolahan Dalam Kondisi Baik Meski Diterpa Pandemi COVID-19

Pemerintah Hingga 31 Maret 2020 Tercatat Telah Menerima Pajak Sebesar Rp 241,6 Triliun
Kontribusi Industri Pengolahan Dalam Kondisi Baik Meski Diterpa Pandemi COVID-19
Ilustrasi industri pengolahan udang/ Kemenkeu

Jakarta, Nusantaratv.com - Sampai dengan 31 Maret 2020 penerimaan pajak yang sudah tercatat sebesar Rp 241,6 triliun. Penerimaan ini sudah mencapai 14,7% dari target APBN 2020, namun penerimaan ini mengalami negative growth jika dibandingkan dengan penerimaan yoy tahun lalu. 

Jika dilihat dari penerimaan per sektor usaha, sektor Industri Pengolahan tumbuh sangat baik namun sektor-sektor lain cenderung tertekan. 

"Kontribusi sektor industri pengolahan sebesar 27,5% atau kita kumpulkan Rp 64,06 triliun dan ini tumbuh 6%. (pertumbuhan) ini mungkin menimbulkan sedikit optimisme," ujar Menkeu di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Walaupun kontribusinya cukup besar, Menkeu memberi catatan kalau pertumbuhan ini ada faktor restitusi yang tidak mengalami pertumbuhan seperti tahun lalu. Kalau dilihat dari PMI manufaktur mengalami penurunan, maka sektor industry pengolahan harus terus diwaspadai karena tren ini mungkin akan mengalami tekanan.

Baca Juga: Pemerintah Gandeng Marketplace Gairahkan Industri Kopi

Dari sektor perdagangan terkum,pul sebesar Rp52,76 triliun atau berkontribusi sebesar 22,7% terhadap penerimaan pajak nasional. Capaian ini menurut Menkeu karena adanya perlambatan impor dan masih ada restitusi.

"Jasa keuangan yang selama ini selalu memberikan pertumbuhan positif dobel digit, sampai dengan maret masih positif growth namun sudah sangat turun pertumbuhannya, hanya 2,7%. Ini karena setoran PPh badan dikoreksi akibat adanya selisih kurs," kata Menkeu.

Untuk sektor konstruksi dan real estate yang dapat dikumpulkan sebesar Rp 16,02 triliun 6,9% dari penerimaan pajak. 

Sektor yang perlu diwaspadai akibat adanya COVID-19, tukas Menkeu adalah sektor transportasi dan pergudangan. Sejak Maret sektor ini tercatat penurunan kontribusinya terhadap penerimaan pajak. Kontribusinya hanya dapat mencapai 5,4% atau sebesar Rp11,96 triliun.

"Tekanan terhadap penggunaan transportasi darat, laut, udara yang terjadi sejak Maret langsung  menurunkan kontribusinya terhadap pajak. Selama beberapa tahun terakhir sektor ini selalu dobel digit bahkan di atas belasan. Karena dengan perkembangan digital mereka adalah sektor yang paling besar mendapatkan manfaat. Namun dalam bulan Maret ini kita merekam sektor ini hanya tumbuh 0,9%," ungkap Menkeu.

Terakhir, sektor pertambangan yang memberi kontribusi paling kecil yaitu 3,4% atau hanya Rp 7,98 triliun, tutur Menkeu. Ini hanya meneruskan tren dari tahun lalu. Selain harga tambang yang mengalami pelemahan, produksinya pun juga turun.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0